TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Jalan Raya Batang Tarang-Tayan Hulu, tepatnya di kawasan Jembatan Senyabang, Dusun Senyabang, Desa Senyabang, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat baru saja memakan korban kecelakaan lalu lintas tunggal pada Minggu 12 Juli 2026.
Insiden itu melibatkan satu mobil hitam yang dikemudikan oleh Bandi (37), warga Batu Layang, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.
Saat kejadian, kendaraan tersebut mengangkut muatan pupuk dan membawa dua orang penumpang, yakni Sihen (28), warga Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak, serta Rio (30), warga Desa Kelam Permai, Kecamatan Kelam, Kabupaten Sintang.
Berdasarkan keterangan polisi, mobil Bandi melaju dari arah Batang Tarang menuju Tayan Hulu dengan kecepatan sedang.
Ketika memasuki Jembatan Senyabang, dari arah berlawanan melaju sebuah kendaraan dengan kecepatan tinggi, sehingga Bandi berusaha menghindari potensi tabrakan.
Dalam upayanya mengelak itu, Bandi membanting kemudi ke sisi kiri jalan.
• Mitsubishi Grandmax Tabrak Pembatas Jembatan di Batang Tarang Sanggau, Tiga Orang Terluka
Namun kendaraan kehilangan kendali dan menabrak tiang pembatas jembatan dengan benturan cukup keras.
Akibatnya, bagian depan kendaraan mengalami kerusakan berat dan seluruh penumpang mengalami luka-luka.
Pengemudi, Bandi, mengalami luka lecet pada jari tangan kiri serta mengeluhkan nyeri pada bagian pinggang.
Sementara itu, penumpang Sihen mengalami luka pada bagian wajah, lecet pada kedua kaki, serta luka lecet pada jari kaki kanan dan kiri.
Penumpang lainnya, Rio, mengalami luka lecet pada kedua kaki, luka lecet di bagian pipi kiri, serta merasakan nyeri pada bahu kiri akibat benturan saat kecelakaan berlangsung.
Beruntung, seluruh korban dalam keadaan sadar dan segera mendapatkan pertolongan dari masyarakat serta petugas yang tiba di lokasi.
Kapolsek Batang Tarang, Ipda Miskun mengatakan bahwa penanganan cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan para korban sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya, langkah-langkah kepolisian dilakukan sesuai prosedur guna memperoleh gambaran utuh terkait penyebab insiden tersebut.
“Kami telah melakukan penanganan mulai dari mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, hingga mengumpulkan keterangan para saksi. Dugaan sementara kecelakaan terjadi ketika pengemudi berupaya menghindari kendaraan dari arah berlawanan, sehingga kendaraan keluar dari jalur dan menabrak pembatas jembatan. Meski demikian, penyelidikan masih terus kami lakukan untuk memastikan seluruh fakta di lapangan,” kata Ipda Miskun dalam keterangan tertulis, Senin 13 Juli 2026.
Sepanjang 2026, Kabupaten Sanggau mencatat puluhan kasus kecelakaan lalu lintas, termasuk sejumlah kecelakaan tunggal yang menelan korban luka maupun jiwa.
Data Polres Sanggau menunjukkan total 75 kasus hingga pertengahan Juli, dengan beberapa insiden tunggal menonjol seperti kecelakaan di Jembatan Senyabang, Batang Tarang.
Berikut data kecelakaan di Sanggau 2026:
• Sabu 21 Gram dan Ekstasi Disita, Satresnarkoba Polres Sanggau Amankan Pria 53 Tahun di Kapuas
1. Total kasus kecelakaan (Januari–Juli 2026): 75 kasus
2. Korban meninggal: 38 orang
3. Korban luka berat: 71 orang
4. Korban luka ringan: 77 orang
5. Mayoritas kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi dan tabrakan.
1. Periksa Kondisi Kendaraan
-Cek ban: Pastikan tekanan angin sesuai standar agar tidak mudah selip.
-Rem dan lampu: Pastikan berfungsi optimal sebelum perjalanan.
-Wiper dan radiator: Penting untuk perjalanan jauh atau saat hujan.
2. Teknik Berkendara Aman
-Posisi tangan benar: Jangan menempelkan jari di tuas rem depan terus-menerus, karena bisa memicu pengereman mendadak dan tergelincir.
-Gunakan rem dengan tepat: Hindari penggunaan rem depan saat motor miring di jalan basah.
-Jaga jarak aman: Memberi waktu reaksi lebih baik saat ada hambatan.
3. Antisipasi Kondisi Jalan
-Waspada lubang jalan: Kurangi kecepatan dan jangan panik saat melibas lubang. Hindari manuver mendadak seperti hard braking atau membanting setang.
-Pandangan jauh ke depan: Membantu membaca kontur jalan lebih awal.
(*)