Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora menarik yang terjadi pada Senin (13/7) dan bisa dibaca kembali untuk mengawali hari ini. Berita mencakup soal serba-serbi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga waktu bantuan sosial (bansos) dapat dicairkan.

1. Mendikdasmen dukung terciptanya ruang belajar aman lewat MPLS Ramah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengajak seluruh elemen pendidikan untuk mewujudkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah guna menjamin terciptanya ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak.

"Dengan MPLS Ramah ini, kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama agar kita dapat mendidik anak-anak kita, anak-anak Indonesia, menjadi anak-anak yang hebat menuju generasi Indonesia Emas 2045," katanya.

2. Wamendikdasmen sesalkan MPLS SDN di Jaksel bubar imbas teror bom

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyesalkan pembubaran hari pertama rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan imbas dugaan teror bom melalui pesan pribadi.

Pihaknya mengutuk keras pihak-pihak tidak bertanggung jawab, yang menyebarkan teror bom tersebut sehingga mengganggu keamanan dan ketentraman proses kegiatan belajar mengajar di lingkungan satuan pendidikan.

"Saya menyesalkan terjadinya tindakan teror tersebut dengan menjadikan sekolah sebagai wilayah teror. Wilayah yang seharusnya dijaga bersama dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjamin keamanan dan ketentraman dalam proses belajar mengajar. Kami mengutuk keras pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini," kata Wamendikdasmen.

3. Kemensos: MPLS nasional siswa Sekolah Rakyat digelar empat gelombang

Kementerian Sosial (Kemensos) menjadwalkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) nasional bagi siswa baru Sekolah Rakyat secara bertahap dalam empat gelombang yang dimulai pada Selasa, 14 Juli 2026.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS secara bergelombang ini dilakukan guna menyesuaikan kesiapan fungsional sarana dan prasarana di masing-masing satuan pendidikan.

"MPLS akan dilaksanakan bertahap dalam empat gelombang, mulai 14 Juli 2026, menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana masing-masing satuan pendidikan," kata dia.

4. MBG perdana usai libur sekolah, BGN pastikan kualitas gizi meningkat

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan peningkatan kualitas gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali digulirkan hari ini usai libur sekolah.

Wakil Kepala BGN Trenggono mengingatkan kualitas gizi tetap menjadi prioritas utama dalam setiap menu yang disajikan. Menu harian perlu mengandung protein hewani secara konsisten sebagai salah satu komponen penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah.

"Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Karena itu, menu berbahan protein hewani, termasuk daging, perlu diupayakan tersedia secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan, kecukupan gizi, dan ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah," katanya.

5. Bansos PKH dan BPNT untuk triwulan ketiga cair pada 20 Juli

Kementerian Sosial memastikan penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau program sembako untuk triwulan ketiga periode Juli-September mulai dicairkan pada 20 Juli mendatang.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa saat ini proses administrasi pencairan bantuan operasional tersebut sedang dalam tahap penyelarasan akhir setelah Kementerian Sosial menerima data kependudukan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Bansos triwulan ketiga sedang kita proses, kemarin kami sudah dapat data terbaru dari BPS, sekarang kami sedang cleansing, insya Allah dalam waktu dua-tiga hari ini sudah selesai, dan setidak-tidaknya tanggal 20 nanti sudah mulai disalurkan," kata dia.