TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sejumlah orang tua siswa baru masih memadati lorong kelas di SDN 066 Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (14/7/2026).
Mereka datang mengantar anaknya mengikuti hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Bahkan, sejumlah orang tua memilih menunggu di depan kelas sambil melihat anaknya mengikuti proses belajar dari kejauhan.
Sesekali, para ibu rumah tangga tersebut mengintip melalui jendela ruang kelas dan berdiri di depan pintu.
Baca juga: 61 Siswa Baru SD Inpres Tobadak Antusias Masuk Sekolah, Kepsek Keluhkan Kekurangan Ruang Belajar
Baca juga: Gedung SDN Salubulu Pasangkayu Memprihatinkan, Orang Tua Siswa Minta Perhatian Pemerintah
"Begitulah anak-anak kalau lingkungan baru, biasanya kita antar dulu selama tiga hari," kata orang tua murid baru, Nurcahya, kepada wartawan.
Ia mengatakan anaknya masih belum terbiasa dengan suasana lingkungan sekolah.
Karena itu, Nurcahya memilih mengantar anaknya ke sekolah dan memastikan kondisi anaknya selama berada di dalam kelas.
Sejumlah orang tua baru akan meninggalkan sekolah setelah melihat anaknya mulai tenang dan berbaur dengan murid lainnya.
"Kita pulang dulu, nanti kembali lagi untuk jemput dia kalau sudah waktu jam pulang sekolah," ungkapnya.
Hal serupa juga dilakukan oleh orang tua murid baru lainnya yang mengantar anak mereka ke sekolah.
Sebanyak 133 murid baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 066 Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar, sejak Senin (13/7/2026).
SDN 066 Pekkabata yang berada di Jalan Ratulangi, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, merupakan salah satu sekolah unggulan di daerah tersebut.
Sekolah ini menjadi pilihan utama sejumlah masyarakat, termasuk kalangan pejabat yang berdomisili di Kota Polewali, khususnya Kelurahan Pekkabata.
Pada Tahun Ajaran 2026, SDN 066 Pekkabata menerima 133 murid baru melalui proses seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
"Pertama kami membuka pendaftaran secara daring melalui link pendaftaran dan barcode, dan ada pula pendaftar lewat luring," kata Kepala Sekolah SDN 066 Pekkabata, Erniwati.
Ia menjelaskan, kuota penerimaan siswa baru awalnya sebanyak empat kelas dengan jumlah 26 siswa dalam satu kelas.
Namun, jumlah pendaftar yang tinggi membuat sekolah menerima lebih banyak murid baru hingga mencapai 133 orang.
Erniwati menyebut penerimaan siswa baru dilakukan melalui beberapa jalur, yakni zonasi, afirmasi, mutasi, serta anak berkebutuhan khusus.
"Jalur domisili over kapasitas yang daftar, jadi kita urutkan berdasarkan usia tertua. Saat pengumuman, orang tua siswa banyak berdatangan karena anaknya tidak diterima," ungkapnya.
Ia mengatakan antusias masyarakat menyekolahkan anaknya di SDN 066 Pekkabata cukup tinggi.
Untuk mengakomodasi jumlah siswa baru, sebanyak 133 murid dibagi ke dalam empat kelas dengan masing-masing kelas berisi 32 siswa.
Erniwati mengaku sempat mencari tambahan kursi untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas.
"Jadi ada tambahan, kini tiap kelas itu diisi 32 siswa. Ada empat ruang belajar, kami terima tambahannya karena tidak mau melihat anak-anak putus sekolah," ungkapnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli