TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Kondisi bangunan SDN Salubulu di Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Terlihat, sejumlah bagian atap sekolah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Beberapa lembar penutup atap dan lisplang terlihat terlepas serta menggantung di bagian depan bangunan.
Pada sisi teras sekolah, plafon juga tampak rusak dengan material yang menjuntai ke bawah.
Baca juga: Hari Kedua Sekolah, Emak-emak di SD Inpres Benteng Mamuju Tengah Antusias Temani Anak ke Sekolah
Baca juga: Gedung Sekolah Terendam Banjir, Murid SD di Matakali Polman Ujian di Tenda Darurat
Kerusakan terlihat hampir memanjang di bagian depan ruang kelas sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung, terlebih ketika hujan disertai angin kencang.
Meski bangunan masih digunakan, kondisi fisiknya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang cukup serius dan membutuhkan perbaikan.
Di halaman sekolah, rumput terlihat mengering, sementara bangunan didominasi cat berwarna biru muda yang mulai tampak kusam.
Berdasarkan data pada laman Sekolah Kita, SDN Salubulu memiliki 48 siswa yang terdiri dari 23 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan.
Sekolah tersebut didukung tujuh guru, memiliki enam rombongan belajar, tiga ruang kelas, satu perpustakaan, dan belum memiliki laboratorium.
Salah seorang orang tua siswa, Saleh, mengaku khawatir melihat kondisi bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak.
"Kami sangat khawatir dengan kondisi sekolah ini. Atapnya sudah banyak yang rusak," kata Saleh saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, kerusakan tersebut menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan agar aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
"Kami berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, segera memberikan perhatian dan memperbaiki bangunan sekolah ini. Jangan sampai menunggu terjadi hal yang tidak diinginkan baru diperbaiki," harapnya. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan