BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, menolak anggapan Les Bleus lebih kuat dari Timnas Spanyol menjelang bentrokan kedua tim pada semifinal Piala Dunia 2026.
Babak empat besar Piala Dunia 2026 akan menyajikan partai bertajuk big match yang mempertemukan Prancis dengan Spanyol.
Duel sarat gengsi ini bakal digelar di Stadion Dallas, Arlington, pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Meski begitu, mayoritas pencinta sepak bola tampaknya lebih menjagokan Prancis untuk memenangkan laga ini.
Performa Les Bleus dinilai lebih meyakinkan dan atraktif ketimbang Tim Matador di sepanjang turnamen.
Ketajaman lini serang menjadi senjata utama armada Didier Deschamps.
Sejak fase grup hingga perempat final, Prancis tercatat sudah mengemas 16 gol.
Setengah dari torehan tersebut (8 gol) dilesakkan oleh sang kapten, Kylian Mbappe.
Catatan ini kontras dengan Spanyol yang baru mengoleksi 11 gol.
Kendati demikian, Spanyol memiliki keunggulan solid di sektor pertahanan.
Skuad asuhan Luis de la Fuente baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen, yang baru terjadi pada babak perempat final.
Sementara itu, gawang Prancis sudah bergetar dua kali.
Statistik pertahanan yang kokoh inilah yang membuat Deschamps enggan jemawa.
Ia menolak anggapan bahwa timnya lebih difavoritkan dan menegaskan kedua tim memiliki kualitas yang setara.
"Spanyol jelas unggulan, tanpa ragu," ujar Deschamps, dikutip BolaSport.com dari X jurnalis asal Italia, Fabrizio Romano.
"Saya tidak bermaksud memberikan tekanan pada mereka."
"Namun, mereka produktif dan baru kebobolan satu gol."
"Jelas mereka juga favorit di laga ini," tutur pelatih berusia 57 tahun itu menambahkan.
Prancis sendiri melangkah ke semifinal setelah menghentikan kejutan tim kuda hitam, Maroko, dengan skor 2-0 lewat gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.
Di sisi lain, Spanyol sukses mengunci tiket empat besar usai menyudahi perlawanan sengit Belgia dengan skor 2-1.
Dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Fabian Ruiz dan Mikel Merino.
Adapun Belgia hanya mampu membalas satu gol melalui Charles De Ketelaere.