TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Dinas Perhubungan (Dishub) Teluk Bintuni merencanakan perbaikan sejumlah Halte Bus di wilayah perkotaan Teluk Bintuni.
Hal itu dikatakan Plt. Kepala Dishub, Jandri Salakory, seusai melakukan inspeksi lapangan bersama Kepala UPT Angkutan Masyarakat Bintuni (AMB), Randika Manibuy, pada Selasa (7/7/2026) lalu.
Inspeksi difokuskan pada dua titik vital, yakni Halte Bus Pasar Sentral Teluk Bintuni dan Halte Bus Transit Iguriji di Kampung Iguri, Distrik Bintuni Timur, tepat sebelum pintu masuk Mapolres Teluk Bintuni.
Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga terkait kondisi halte yang rusak, mulai dari bangku penumpang patah, atap bocor, hingga fasilitas penunjang lain yang tidak layak pakai.
“Halte adalah wajah pertama pelayanan transportasi publik. Jika rusak, masyarakat yang dirugikan. Kami cek langsung kondisi di lapangan, dan memang perlu segera diganti demi kenyamanan serta keselamatan pengguna angkutan,” ujar Salakory, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Dishub Teluk Bintuni Gelar Konsultasi Publik Penyusunan Masterplan Bandara Manimeri
Dari hasil inspeksi, Dishub mencatat sejumlah perbaikan yang akan dilakukan, antara lain penggantian kursi penumpang, pengecatan ulang, perbaikan penerangan, serta pembersihan area halte.
Jandri menambahkan, pembenahan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan angkutan masyarakat.
Halte yang bersih dan aman diharapkan dapat mendorong warga lebih memilih transportasi umum.
“Kami tidak hanya memperbaiki fisik. Setelah ini akan ada patroli dan pengawasan rutin bersama masyarakat agar fasilitas yang sudah diperbaiki tidak kembali dirusak,” jelasnya.
Pemkab Teluk Bintuni menargetkan revitalisasi kedua halte rampung dalam waktu dekat sehingga masyarakat segera merasakan manfaatnya.
Sebelumnya, Halte Iguriji Bus Interchange menjadi sorotan publik karena kondisinya yang kumuh dan tidak nyaman, padahal lokasinya strategis sebagai pintu masuk kota dan titik transit antar angkutan.
Warga sekitar meminta agar halte segera diperbaiki sekaligus diawasi ketat agar aset publik tidak kembali rusak.
Bagi masyarakat, langkah cepat ini menjadi bukti kehadiran pemerintah. Halte bukan sekadar tempat menunggu, tetapi ruang publik yang mencerminkan wajah pelayanan negara.