SURYAMALANG.COM, KOTA BLITAR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jawa Timur, akan mensterilkan Alun-alun dari pengunjung selama dua pekan untuk perawatan rumput.
Setelah digunakan acara Bazar Blitar Djadoel selama lima hari pada 8-12 Juli 2026, kondisi rumput di Alun-alun rusak dan mengering.
Kepala DLH Kota Blitar, Jajuk Indihartati mengatakan, perawatan rumput dilakukan setelah kondisi Alun-alun bersih dari tenda maupun sampah untuk acara Bazar Blitar Djadoel.
"Yang penting semua bersih, rumput itu tinggal memberikan penyiraman yang rutin dan memberikan pupuk NPK untuk pertumbuhannya kembali," kata Jajuk kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (14/7/2026).
Dikatakannya, selama proses perawatan, DLH akan membatasi pengunjung di Alun-alun Kota Blitar.
Proses perawatan rumput membutuhkan waktu lebih kurang sekitar dua pekan.
Baca juga: Menatap Tahun Ajaran 2026/2027, Dua SMP Negeri di Kota Blitar Masih Kekurangan Siswa
"Pengunjung akan kami batasi, agar rumput tidak diinjak-injak. Untuk pemulihan butuh waktu sekitar dua minggu," ujarnya.
Selama dua minggu, kata Jajuk, DLH akan rutin melakukan penyiraman dan pemupukan rumput di Alun-alun.
Menurutnya, hampir semua rumput di Alun-alun kondisinya kering setelah digunakan untuk acara Bazar Blitar Djadoel.
Karena, semua area rumput di Alun-alun dipakai untuk stan pedagang Bazar Blitar Djadoel.
Area yang tidak dipakai stan Bazar Blitar Djadoel hanya di jogging track, taman Lansia, taman anak-anak, dan selasar.
DLH juga memberikan pengaman di sekeliling pohon kurma di pinggir Alun-alun.
"Nanti, setelah dibersihkan, Alun-alun kami sterilkan untuk perawan rumput," katanya.
Baca juga: Bom yang Ditemukan di Sungai Lahar Blitar Diledakkan di Kali Bladak, Dentuman Terdengar Sejauh 5 Km