TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Bangli menyisakan pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan.
Di tengah kenaikan jumlah siswa baru jenjang SD menjadi 3.334 orang, masih ada tujuh sekolah dasar negeri yang hanya memperoleh 3 hingga 6 peserta didik baru.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli mencatat, SD Negeri 1 Sukawana hanya menerima 3 siswa, disusul SD Negeri 7 Jehem dan SD Negeri 5 Batur masing-masing 4 siswa.
Baca juga: SDN 5 Pohsanten Hanya Terima Dua Orang Siswa, Satu Orang Mendaftar di Hari Pertama Sekolah
Selanjutnya SD Negeri 4 Kayubihi, SD Negeri 4 Tembuku, dan SD Negeri 3 Sukawana masing-masing memperoleh 5 siswa, sedangkan SD Negeri 3 Cempaga menerima 6 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Bangli, I Komang Pariartha, Selasa 14 Juli 2026 mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya sekolah dasar dalam satu wilayah sehingga calon siswa terkonsentrasi di sekolah-sekolah tertentu.
Untuk mengatasi ketimpangan itu, disdik telah melakukan penyesuaian jumlah rombongan belajar (rombel).
Salah satunya di SD Negeri 5 Bangli yang sebelumnya mendapatkan dua rombel, kini hanya satu rombel sehingga sekolah-sekolah di sekitarnya dapat memperoleh lebih banyak peserta didik.
Baca juga: Liburan Sekolah 2026 Okupansi Hotel di Bali Khususnya Sanur di Atas 85 Persen
"Seperti di Kota Bangli, SD 5 yang dulunya menerima dua kelas, sekarang hanya menerima satu kelas. Dengan demikian SD yang dulunya kekurangan siswa di dekat SD 5 sekarang sudah mendapatkan 28 siswa," ujar Pariartha.
Selain mengatur rombel, disdik juga memberikan relaksasi bagi sekolah yang menerima siswa melebihi batas maksimal 28 siswa per kelas dengan mempertimbangkan kedekatan domisili.
"Kemarin beberapa sekolah ada penerimaan melebihi 28 orang per kelas. Kami lakukan relaksasi karena kedekatan sekolah," katanya.
Dalam proses seleksi, disdik juga memprioritaskan calon peserta didik yang memenuhi syarat usia.
"Kami utamakan anak-anak yang memenuhi syarat. Misalnya umurnya belum enam tahun, kami sarankan masuk tahun depan. Yang kami prioritaskan adalah yang sudah berusia enam tahun," jelasnya.
Menghadapi penerimaan tahun depan, Disdik Bangli akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi penumpukan pendaftar di sekolah tertentu.
"Yang paling penting adalah orang tua siswa, karena masih saja ada anggapan sekolah favorit dan tidak favorit. Padahal dengan Kurikulum Merdeka semua sekolah itu sama, tergantung kemampuan anaknya," tegas Pariartha.
Baca juga: Kunjungan ke Bali Farm House Meningkat Selama Liburan Sekolah, Beri Makan dan Berfoto Bersama Alpaca
Ia menambahkan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) membuktikan prestasi tidak hanya diraih sekolah yang selama ini dianggap favorit.
"Buktinya kemarin TKA tidak didominasi oleh sekolah yang dianggap favorit. Sekolah pinggiran juga banyak yang hasilnya baik," ujarnya.
Pada SPMB tahun ini, jumlah peserta didik baru jenjang SD mencapai 3.334 siswa, naik dibanding tahun lalu yang sebanyak 3.304 siswa. Sementara jenjang SMP menerima 3.534 siswa, turun dari 3.642 siswa pada tahun sebelumnya.
Adapun rincian penerimaan SMP terdiri atas jalur afirmasi 124 siswa, mutasi 22 siswa, prestasi 484 siswa, dan domisili 2.904 siswa. (*)