5 Pesan TGB soal Kasus Terbakarnya Tiga Santri di Lombok Tengah
Idham Khalid July 14, 2026 04:05 PM

 

TRIBUNLOMVOK.MATARAM - Pimpinan Organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), menyampaikan lima poin penjelasan terkait kasus terbakarnya tiga santri di Pondok Pesantren Rosyidatussolatiyah Al-Ibrahimi, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan TGB sebagai respons atas Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI yang mengaitkan namanya dengan peristiwa tersebut.

"Dalam RDP Komisi III kemarin, terkait kasus kematian santri, seorang anggota DPR menyebut afiliasi organisasi pondok pesantren tersebut dan menyebut nama saya. Agar tidak menjadi fitnah saya menyampaikan beberapa hal berikut," kata TGB dalam unggahnnya di akun isntagram miliknya, Selasa (14/7/2026).

Pada poin pertama, TGB menegaskan bahwa pondok pesantren tempat terjadinya dugaan tindak pidana tersebut bukan berada di bawah naungan organisasi NWDI yang dipimpinnya.

“Pondok pesantren tempat kejadian kasus penganiayaan tersebut tidak berada di bawah naungan organisasi yang saya pimpin yakni Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), atau berada di bawah naungan organisasi lain," ujarnya.

Kedua, TGB meminta agar proses hukum tidak dijadikan alasan untuk menyudutkan organisasi atau kelompok tertentu.

"Walaupun demikian peristiwa pidana yang ada jangan dipakai untuk memojokkan satu organisasi atau kelompok tertentu. Silakan usut tuntas pidananya, hukum siapa pun yang bersalah, tapi jangan bawa-bawa organisasi tertentu, apalagi organisasi itu telah banyak berjasa dalam perjuangan meraih kemerdekaan dan mencerdaskan bangsa," katanya.

Pada poin ketiga, TGB mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan penanganan perkara agar tidak memicu spekulasi di tengah masyarakat.

“Saya mohon kepada penegak hukum, secara cepat dan tegas menyelesaikan masalah ini, agar tidak melebar ke mana-mana. Masyarakat jangan dibiarkan berspekulasi, sehingga akhirnya menimbulkan fitnah," ujarnya.

Baca juga: Kasus Tiga Santri Terbakar, TGB Minta Tidak Mengaitkan dengan Organisasi

Selanjutnya, TGB mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga lingkungan pesantren agar tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri.

"Keempat, mari kita bekerja sama agar pesantren-pesantren kita tetap menjadi rumah yang nyaman untuk semua santri serta membangun karakter yang baik," katanya.

Pada poin terakhir, TGB menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan kritik terhadap dunia pesantren sebagai bentuk kepedulian demi perbaikan.

"Kelima, saya dan kami semua, seluruh kalangan pesantren berterima kasih atas semua kritik masyarakat, bahkan dalam bentuk yang sangat keras kepada pondok pesantren. Kami yakin karena itu semua adalah bentuk kepedulian dan cinta. Insyaallah itu semua sebagai muhasabah (masukan) untuk memperbaiki kekurangan yang ada dan memastikan semua santri mendapatkan perlindungan," tutupnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.