TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami serangkaian erupsi pada Selasa (14/7/2026).
Hingga pukul 12.07 WITA, gunung berstatus Level III (Siaga) itu telah mengalami lima kali erupsi, dengan kolom abu tertinggi mencapai 800 meter di atas puncak.
Erupsi terbaru terjadi pada pukul 12.07 WITA. Berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-Laki, kolom abu teramati setinggi sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22,2 milimeter dan durasi 189 detik.
Baca juga: Awal Juli Musim Kemaru Semakin Dominan, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Belum Sepenuhnya Hilang
Sebelumnya, erupsi juga terjadi pada pukul 10.16 WITA. Namun, visual letusan tidak teramati. Aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 9,6 milimeter dan durasi 54 detik.
Pada pukul 08.21 WITA, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus dengan kolom abu setinggi sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.884 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi 31 detik.
Sementara itu, pada pukul 05.47 WITA terjadi erupsi yang tidak dapat diamati secara visual. Letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22,2 milimeter dan durasi 41 detik.
Erupsi pertama pada Selasa terjadi pukul 01.20 WITA. Saat itu, kolom abu setinggi sekitar 300 meter di atas puncak teramati mengarah ke barat dan barat laut dengan intensitas tebal. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter dan durasi 102 detik.
Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Dampak Angin Kencang di NTT, Potensi Karhutla
Seiring masih berstatus Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
PVMBG juga meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki apabila terjadi hujan berintensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG mengimbau agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.
PVMBG juga meminta Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, maupun dengan PVMBG Badan Geologi di Bandung untuk memantau perkembangan aktivitas gunung.
Lembaga tersebut menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan BPBD Kabupaten Flores Timur dalam menyampaikan informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki kepada masyarakat.
PVMBG/MAGMA Indonesia