TRIBUNTRENDS.COM - Seorang bayi yang baru berusia tiga hari di Kabupaten Wonosobo mendadak menjadi perhatian publik berkat nama unik yang disematkan orang tuanya.
Bayi tersebut diberi nama Muhammad MBG Subianto, putra ketiga pasangan Yuharni dan Ambon Yassin.
Nama itu dipilih bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebagai bentuk rasa syukur atas perubahan yang dirasakan keluarga mereka.
Yuharni mengaku kehidupannya menjadi lebih baik setelah bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pengalaman tersebut membuatnya memiliki kesan mendalam terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kemudian menginspirasi nama sang buah hati.
Bayi asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo itu lahir secara normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat malam, 10 Juli 2026.
Meski lahir lebih cepat dari hari perkiraan persalinan, kondisi ibu dan bayi dilaporkan sehat.
Saat dilahirkan, Muhammad MBG Subianto memiliki berat badan 3,36 kilogram dengan panjang tubuh 50 sentimeter.
Kisah di balik pemberian nama tersebut pun ramai diperbincangkan karena mencerminkan rasa syukur orang tua atas perubahan hidup yang mereka alami.
Baca juga: Istana Tolak Setop MBG Usai Didemo BEM UI: Emang Ibu Hamil dan Bayi Menyusui Bisa Disuruh Berhenti?
Yuharni mengaku sangat menyukai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena merasa kehidupannya berubah setelah bekerja di SPPG.
Hal itulah yang menjadi alasan Yuharni (41) memberikan nama Muhammad MBG Subianto kepada putra ketiganya.
Yuharni mulai bekerja di SPPG sejak 25 Agustus 2025. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan.
"Saya kerja di MBG ya, terus saya sangat suka dengan program itu. Sangat membantu bagi yang pengangguran itu bisa bekerja," ungkapnya.
Baca juga: Nanik Datangi KPK, Terkuak Dadan Hindayana Tak Gubris Kajian Tata Kelola MBG, Korupsi MBG Terbongkar
Yuharni mengatakan rasa syukur tersebut kemudian diwujudkan dengan memberikan nama Muhammad MBG Subianto kepada anak ketiganya.
"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto, itu bisa buat kenangan sampai seumur hidup," ucapnya.
Selain membuka lapangan pekerjaan, ia merasakan penghasilan dari pekerjaannya mampu membantu kebutuhan sehari-hari.
"Sangat membantu, bisa buat sandang pangan," bebernya.
Sebelum nama itu resmi diberikan, Yuharni mengaku sempat berdiskusi dengan suaminya, Ambon Yassin.
Sang suami pada awalnya hanya mengingatkan agar nama putra mereka tetap diawali dengan nama Muhammad.
Setelah itu, Yuharni menambahkan unsur MBG di tengah nama dan Subianto di bagian belakang sehingga menjadi Muhammad MBG Subianto.
"Yang penting ada Muhammad-nya," kata Yuharni menirukan ucapan suaminya.
Baca juga: Bikin Kacau, Mahfud MD Minta Prabowo Tak Buru-buru Campuri Kasus Nadiem, Bahayakan Fungsi Peradilan
Menurut Yuharni, nama Subianto terinspirasi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ia menilai Presiden Prabowo memiliki jasa besar dalam menghadirkan Program MBG yang membuat dirinya memperoleh pekerjaan.
"Terima kasih Pak Prabowo Subianto telah mengadakan MBG hingga sukses," ujarnya.
Yuharni juga menceritakan pengalaman unik selama menjalani kehamilan. Ia mengaku tidak menyadari dirinya sedang mengandung karena tidak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti pada umumnya.
Baru ketika usia kandungan memasuki sekitar tujuh bulan, ia mengetahui dirinya tengah hamil.
"Saya engga tahu kalau hamil, tahu-tahu udah tujuh bulan," ungkapnya.
Meski demikian, Yuharni tetap menjalankan aktivitas bekerja di SPPG hingga menjelang persalinan.
Di tempat tersebut, Yuharni bertugas di bagian ompreng, yaitu membersihkan wadah makanan setelah digunakan. Ia bekerja mulai pukul 11.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebelum bergabung di SPPG, Yuharni mengaku pernah bekerja di sebuah pabrik kayu untuk menambah penghasilan keluarga.
"Lebih nyaman di SPPG," katanya.
Menurutnya, alasan utama memilih bekerja di SPPG karena lokasi kerja lebih dekat dengan rumah sehingga lebih mudah dijangkau.
Nama Muhammad MBG Subianto ternyata langsung menjadi perbincangan di lingkungan tempat tinggalnya.
Yuharni mengaku menerima berbagai komentar dari masyarakat. Sebagian memberikan dukungan, namun tidak sedikit pula yang memberikan komentar negatif.
"Ada yang jelek, ada yang baik. Yang baik saya balas, yang jelek ngga saya balas," ujarnya.
Di sisi lain, anak-anak di kampungnya justru terlihat antusias dengan nama tersebut.
Setiap sore setelah pulang mengaji sekitar pukul 16.00 WIB, mereka kerap memanggil nama bayinya.
"MBG mana, MBG mana," katanya menirukan ucapan anak-anak di kampungnya.
Karena sudah terbiasa dipanggil demikian, Yuharni mengatakan anaknya kemungkinan besar akan akrab disapa MBG.
Tidak hanya warga sekitar, teman-teman Yuharni di tempat kerja juga memberikan tanggapan positif setelah mengetahui nama anaknya. Menurutnya, rekan-rekan kerja menyukai nama tersebut.
"Pada suka suka saja si, malah suka dibuat bercandaan kenapa ngga dikasih nama ompreng," ujarnya sembari tersenyum.
Saat ini keluarga juga tengah mengurus dokumen administrasi kependudukan. Akta kelahiran Muhammad MBG Subianto sedang dalam proses pembuatan.
Karena usia bayi masih tiga hari, keluarga belum menggelar syukuran pemberian nama. Rencananya, syukuran akan dilaksanakan saat usia bayi memasuki tujuh hari.
Usai melahirkan, Yuharni kini masih mengambil masa cuti. Setelah masa cuti selesai, ia berencana kembali bekerja di SPPG seperti sebelumnya.
Ia berharap nama anaknya yang unik ini dapat menghantarkan menuju kesuksesan.
"Semoga kelak menjadi orang yang sukses," pungkasnya.
(TribunTrends/TribunJakarta.com)