BANJARMASINPOST.CO.ID - Sosok bayi laki-laki asal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah jadi sorotan.
Penyebabnya, bayi yang baru berusia tiga hari tersebut diberi nama Muhammad MBG Subianto oleh kedua orang tuanya.
Diketahui, Muhammad MBG Subianto merupakan anak ketiga dari pasangan Yuharni (41) dan Ambon Yassin, warga Dusun Prigi RT 05 RW 04, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran.
Bayi itu lahir dengan selamat melalui proses persalinan normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat (10/7/2026).
Padahal, perkiraan waktu kelahirannya masih beberapa hari lagi, yakni pada 22 Juli 2026.
“Perkiraan lahir sebenarnya tanggal 22 Juli, tetapi ternyata lahir lebih cepat pada 10 Juli. Alhamdulillah proses persalinan berjalan lancar dan bayi dalam keadaan sehat,” ujar Yuharni saat ditemui di rumahnya, Senin (13/7/2026), dikutip dari Tribun Jateng.
Baca juga: Mayoritas Siswa SMAN 1 Barabai HST dari Keluarga Mampu, MBG Tetap Dinilai Bermanfaat
Saat dilahirkan, Muhammad MBG Subianto memiliki kondisi yang sehat dengan berat badan 3,36 kilogram dan panjang tubuh 50 sentimeter.
Kehadiran bayi tersebut kini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi perhatian warga karena pilihan namanya yang dianggap berbeda dan menarik.
Yuharni mengungkapkan, pemberian nama putranya bukan dilakukan tanpa alasan.
Ia mengaku sangat menyukai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena merasa kehidupannya berubah setelah bekerja di SPPG.
Perempuan berusia 41 tahun itu mulai bekerja di SPPG sejak 25 Agustus 2025.
Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan.
"Saya kerja di MBG ya, terus saya sangat suka dengan program itu. Sangat membantu bagi yang pengangguran itu bisa bekerja," ungkapnya.
Yuharni mengatakan rasa syukur tersebut kemudian diwujudkan dengan memberikan nama Muhammad MBG Subianto kepada anak ketiganya.
"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto, itu bisa buat kenangan sampai seumur hidup," ucapnya.
Selain membuka lapangan pekerjaan, ia merasakan penghasilan dari pekerjaannya mampu membantu kebutuhan sehari-hari.
"Sangat membantu, bisa buat sandang pangan," bebernya.
Sebelum nama itu resmi diberikan, Yuharni mengaku sempat berdiskusi dengan suaminya, Ambon Yassin.
Sang suami pada awalnya hanya mengingatkan agar nama putra mereka tetap diawali dengan nama Muhammad.
Setelah itu, Yuharni menambahkan unsur MBG di tengah nama dan Subianto di bagian belakang sehingga menjadi Muhammad MBG Subianto.
"Yang penting ada Muhammad-nya," kata Yuharni menirukan ucapan suaminya.
Menurut Yuharni, nama Subianto terinspirasi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ia menilai Presiden Prabowo memiliki jasa besar dalam menghadirkan Program MBG yang membuat dirinya memperoleh pekerjaan.
"Terima kasih Pak Prabowo Subianto telah mengadakan MBG hingga sukses," ujarnya.
Yuharni juga menceritakan pengalaman unik selama menjalani kehamilan.
Ia mengaku tidak menyadari dirinya sedang mengandung karena tidak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti pada umumnya.
Baru ketika usia kandungan memasuki sekitar tujuh bulan, ia mengetahui dirinya tengah hamil.
"Saya engga tahu kalau hamil, tahu-tahu udah tujuh bulan," ungkapnya.
Meski demikian, Yuharni tetap menjalankan aktivitas bekerja di SPPG hingga menjelang persalinan.
Di tempat tersebut, Yuharni bertugas di bagian ompreng, yaitu membersihkan wadah makanan setelah digunakan.
Ia bekerja mulai pukul 11.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebelum bergabung di SPPG, Yuharni mengaku pernah bekerja di sebuah pabrik kayu untuk menambah penghasilan keluarga.
"Lebih nyaman di SPPG," katanya.
Menurutnya, alasan utama memilih bekerja di SPPG karena lokasi kerja lebih dekat dengan rumah sehingga lebih mudah dijangkau.
Nama Muhammad MBG Subianto ternyata langsung menjadi perbincangan di lingkungan tempat tinggalnya.
Yuharni mengaku menerima berbagai komentar dari masyarakat. Sebagian memberikan dukungan, namun tidak sedikit pula yang memberikan komentar negatif.
"Ada yang jelek, ada yang baik. Yang baik saya balas, yang jelek ngga saya balas," ujarnya.
Di sisi lain, anak-anak di kampungnya justru terlihat antusias dengan nama tersebut.
Setiap sore setelah pulang mengaji sekitar pukul 16.00 WIB, mereka kerap memanggil nama bayinya.
"MBG mana, MBG mana," katanya menirukan ucapan anak-anak di kampungnya.
Karena sudah terbiasa dipanggil demikian, Yuharni mengatakan anaknya kemungkinan besar akan akrab disapa MBG.
Tidak hanya warga sekitar, teman-teman Yuharni di tempat kerja juga memberikan tanggapan positif setelah mengetahui nama anaknya. Menurutnya, rekan-rekan kerja menyukai nama tersebut.
"Pada suka suka saja si, malah suka dibuat bercandaan kenapa ngga dikasih nama ompreng," ujarnya sembari tersenyum.
Saat ini keluarga juga tengah mengurus dokumen administrasi kependudukan.
Akta kelahiran Muhammad MBG Subianto sedang dalam proses pembuatan.
Karena usia bayi masih tiga hari, keluarga belum menggelar syukuran pemberian nama.
Rencananya, syukuran akan dilaksanakan saat usia bayi memasuki tujuh hari.
Usai melahirkan, Yuharni kini masih mengambil masa cuti.
Setelah masa cuti selesai, ia berencana kembali bekerja di SPPG seperti sebelumnya.
Ia berharap nama anaknya yang unik ini dapat menghantarkan menuju kesuksesan.
"Semoga kelak menjadi orang yang sukses," pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunjateng.com)