TRIBUNNEWS.COM - Kurang lebih sudah setahun lamanya CEO Manchester United, Omar Berrada, membocorkan strategi yang dipakai timnya di bursa transfer pemain.
Manchester United mencoba mengubah citra diri dengan tak mau lagi meladeni harga pemain yang mendadak menjadi mahal saat mereka mengincarnya, atau biasa disebut 'United Tax'.
MU kini menjadi lebih moderat dan rasional untuk mendatangkan pemain, bahkan yang menjadi incaran mereka sekali pun.
Saat mereka melihat harga pemain incaran menjadi terlalu mahal, mereka akan berpaling ke penggawa lainnya yang punya daya tawar serupa tetapi lebih murah.
Berrada menjabarkannya ketika diwawancara oleh kontributor The Athletic, Andy Mitten, yang dilakukan pada 2 Juni 2025 dan diterbitkan pada 17 Juni.
"Saya rasa kami akan mengulangi apa yang kami lakukan tahun lalu dalam beberapa hal. Anda selalu memasuki bursa transfer, tetapi Anda tidak pernah tahu bagaimana hasilnya ketika keluar dari sana," kata Berrada ketika ditanya soal rencana transfer di tahun 2026.
"Anda harus siap dan memiliki rencana yang jelas. Akan ada peluang yang muncul di akhir bursa transfer yang belum tersedia saat Anda memasukinya. Karena itu, Anda harus siap, tetap fleksibel, dan memiliki rencana yang jelas."
"Namun, kami akan selalu melakukannya sesuai dengan ketentuan kami sendiri. Sangat penting bagi kami untuk tidak membiarkan pasar atau para agen menentukan apa yang seharusnya kami lakukan," paparnya.
Baca juga: Pecahan Target Transfer Manchester United, Setan Merah Tak Cuma Butuh Kualitas
Hal yang menjadi penekanan Berrada adalah MU tak mau lagi menjadi korban agen atau klub yang meminta mahar lebih banyak.
Mereka tak segan berpaling ke target lain, seperti yang mereka lakukan musim ini.
Awalnya Setan Merah gencar dikabarkan mengincar Mateus Fernandes sebagai penerus jenderal lini tengah mereka.
Fernandes yang masih berusia 21 tahun dipandang cocok juga sebagai proyek jangka panjang.
Namun dengan banderol 85 juta Poundsterling yang tak bisa diutak-atik, akhirnya MU mundur dan membiarkan Tottenham Hotspur menjawab permintaan tersebut.
Manchester United baru menjawab ketika mereka mendatangkan dua pemain baru dengan banderol tepat di angka 85 juta Poundsterling juga.
Mereka mendatangkan Andrey Santos dan Youri Tielemans yang memberikan check list dalam proyek jangka panjang dan sekaligus pengalaman bertahun-tahun di Premier League.
Manchester United yang tidak panik lagi ketika tawaran mereka ditolak akan menjadi tim yang berbeda.
Konsistensi seperti itu yang akhirnya memberikan gambaran kepada tim lain nantinya.
MU tak lagi bisa menjadi ceruk uang saat pemainnya diincar oleh pemilik Old Trafford.
Sebaliknya, mereka harus pandai menghindarkan para pemainnya agar tak terbuai rayuan Setan Merah.
Sebagaimana yang terjadi kepada Youri Tielemans yang sejatinya ditawari kontrak baru oleh Aston Villa.
Namun pemain Belgia itu memilih pergi ketika MU datang menawarinya bermain di Teater Impian.
Pola mendatangkan pemain yang sudah terbukti berlaga di Inggris juga masih dipegang hingga kini.
Musim lalu, ada Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo yang memberikan faktor itu kepada Manchester United.
Kali ini, gantian Andrey Santos dan Youri Tielemans sebagai elemen pentingnya.
Keputusan MU membatalkan transfer Ederson akibat tak lolos tes medis juga menjadi penting.
Tim ini juga pernah mengalami kejadian serupa ketika memutuskan mendatangkan Owen Hargreaves dari Bayern Munchen pada musim 2007/2008 silam.
Saat itu, pihak klub mendeteksi adanya potensi masalah di area lutut Hargreaves, tetapi akhirnya tetap menjalankan proses kepindahan itu.
Pada akhirnya transfer itu menjadi kurang efektif lantaran sang pemain lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan.
Ujian konsistensi Manchester United masih akan berlangsung dengan bursa transfer pemain dibuka hingga awal September mendatang.
(Tribunnews.com/Guruh)