Dua Ruang Belajar SD Tahfidzul Quran Darul Istiqamah Sinjai Disegel, Murid Belajar di Luar
Ansar July 14, 2026 02:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Dua ruang belajar SD Tahfidzul Quran Darul Istiqamah tersegel.

Sekolah jarak jauh Almarkaz itu berada di Dusun Babana, Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Lokasi sekolah itu berjarak 6,5 kilometer dari Ibu Kota Sinjai.

Penyegelan itu dilakukan menggunakan gembok.

Penyegelan tersebut mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terganggu, Selasa (14/7/2026).

Kemarin, ruang masih difungsikan.

Namun pagi tadi, kondisi ruang sudah tersegel saat sejumlah murid sudah tiba.

Tak ada informasi soal waktu penyegelan.

Para murid terpaksa belajar di aula sekolah. 

Bahkan kegiatan di sekolah itu terhenti karena murid tidak dapat menggunakan ruang kelas.

Ketua Yayasan Darul Istiqamah, Fadhlullah Marzuki, mengatakan ruangan disegel seorang warga bernama Suardi.

Menurut Fadhlullah, Suardi mengklaim, lahan yang ditempati sekolah merupakan haknya. 

Akibat klaim tersebut, dua ruang belajar ditutup menggunakan gembok sehingga tidak dapat digunakan untuk proses pembelajaran.

“Penutupan dilakukan dengan menggembok dua ruang belajar sehingga aktivitas belajar murid terganggu,” kata Fadhlullah kepada Tribun-Timur.com saat ditemui di Almarkaz. 

Fadhlullah menjelaskan, awalnya Yayasan Darul Istiqamah menerima hibah tanah dari Alimuddin pada 2004.

Hibah tersebut diterima pada masa pemerintahan Bupati Sinjai, Mohammad Roem.

Selanjutnya, pada 2024 dilakukan tukar guling antara tanah hibah tersebut dengan lahan Kantor Desa Tongke-Tongke yang lama.

Menurut Fadhlullah, lahan hibah kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan kantor desa yang baru.

Sementara bangunan bekas Kantor Desa Tongke-Tongke dialihfungsikan menjadi lokasi SD Tahfidzul Quran Darul Istiqamah Jarak Jauh.

Sekolah tersebut kini menjadi tempat belajar bagi sekitar 50 murid tingkat sekolah dasar.

Para siswa itu terbagi dalam enam rombongan belajar atau rombel.

Fadhlullah berharap persoalan tersebut segera diselesaikan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

“Semoga masalah ini cepat diselesaikan dengan baik agar proses pembakaran murid tidak terganggu,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Tongke-Tongke, Sirajuddin, membenarkan adanya persoalan tersebut.

Penyelesaian akan ditempuh melalui jalur mediasi agar tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar.

“Tidak ada ji masalah sebenarnya, kita ini sementara akan memediasi kedua belah pihak,” katanya.  

Tribun-timur.com masih berusaha hubungi Suardi, sosok yang disebut sebagai penyegel.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.