Aten Munajat Ajak Warga Jabar Manfaatkan Rashdul Qiblat 2026 demi Sempurnakan Arah Kiblat
Siti Fatimah July 14, 2026 02:46 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG — Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Aten Munajat, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam memastikan ketepatan arah kiblat. Menurutnya, mengetahui arah kiblat yang benar merupakan bagian dari ikhtiar penting untuk menyempurnakan ibadah shalat sehari-hari.

"Mengetahui arah kiblat yang benar adalah bagian dari ikhtiar untuk menyempurnakan ibadah," Kata Aten Munajat.

Menurutnya, dengan kemajuan teknologi dan panduan yang tersedia, masyarakat saat ini dapat mengeceknya secara mandiri.

"Semoga semakin banyak yang peduli terhadap ketepatan arah kiblat demi kekhusyukan dalam beribadah," harapnya.

Aten mengatakan. fenomena astronomi atau momentum sains yang berkaitan dengan penentuan fajar dan posisi matahari merupakan pengingat penting.

Hal ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan ibadah dapat saling melengkapi untuk mendukung ritual keagamaan umat Muslim.

Ia mengimbau warga Jawa Barat untuk aktif memeriksa kembali fasilitas ibadah di lingkungan sekitar mereka.

Langkah sederhana ini dinilai dapat memberikan rasa tenang yang lebih besar saat menjalankan kewajiban agama.

"Masyarakat dapat memanfaatkan momen tersebut untuk memastikan kembali arah kiblat di rumah maupun masjid dengan cara yang sederhana, sehingga ibadah kita semua bisa menjadi semakin tenang dan sesuai dengan arah yang semestinya," katanya.

Sebagia informasi, Menag Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena Matahari berada tepat di atas Kakbah untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat.

Momentum astronomi yang dalam ilmu falak dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini dinilai menjadi cara yang mudah, praktis, dan presisi untuk memverifikasi arah kiblat, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.

Fenomena Matahari tepat di atas Kakbah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun.

Pada saat itu, sinar Matahari berada tepat di titik zenit Kakbah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Metode ilmiah ini untuk memverifikasi arah kiblat.

Tahun ini, fenomena tersebut dapat diamati pada Rabu dan Kamis, 15 – 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT.

Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk.

Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Kakbah dan dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.

Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Menag mengajak seluruh masyarakat, para takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan rumah untuk bersama-sama melakukan verifikasi arah kiblat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.