Meski Baru Dirintis, Tanam dan Panen 3 Kali Setahun Mulai Diterapkan di Tanahlaut, Segini Targetnya
Hari Widodo July 14, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI  - Upaya Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala) meningkatkan produktivitas padi mulai memasuki babak baru. 

Setelah keberhasilan penerapan Indeks Pertanaman (IP) 200 di sejumlah sentra pertanian, kini IP300 atau tiga kali tanam dan tiga kali panen dalam setahun mulai diaplikasikan, meski masih dalam skala terbatas.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala HM Faried Widyatmoko mengatakan, saat ini percobaan IP 300 telah berjalan di Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, serta Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari.

"Sudah ada yang menanam IP 300. Di Desa Kunyit targetnya sekitar 80 hektare, sedangkan di Kelurahan Pabahanan sekitar 25 hektare," sebut Faried, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: Wujud Syukur Hasil Panen Padi Melimpah, Warga Sungai Lembu Gelar Lomba Layang-layang Tradisional

Namun untuk mencapai luasan tersebut. lanjiutnya, memang cukup berat karena sekarang sudah memasuki musim kemarau.

Menurutnya, di Desa Kunyit bahkan sudah terdapat hamparan sawah yang memasuki musim tanam ketiga. Tanaman padi di lokasi tersebut kini berumur sekitar satu hingga dua pekan.

"Ini menjadi langkah awal yang sangat baik. Mudah-mudahan berhasil sampai panen sehingga bisa menjadi contoh bagi petani lainnya," tandas Faried.

Ia mengungkapkan, semangat mengejar IP 300 juga mulai tumbuh di Desa Malukabaulin, Kecamatan Kurau. 

Seusai pelaksanaan Syukuran Panen Padi Serentak Senin kemarin, para petani di wilayah tersebut telah menyampaikan keinginan untuk mengikuti pola tanam tiga kali setahun.

Untuk mendukung rencana itu, pihaknya tengah mengupayakan ketersediaan varietas padi berumur genjah agar masa tanam lebih singkat sehingga memungkinkan pelaksanaan tanam ketiga.

"Kemarin di Maluka Baulin sudah dibahas. Musim tanam berikutnya mereka ingin mengejar IP 300. Salah satu yang kami siapkan adalah mencarikan varietas yang umur panennya lebih pendek," jelasnya.

Faried menilai perubahan pola pikir petani menjadi modal penting dalam percepatan pengembangan IP 300 di Tanahlaut.

"Alhamdulillah, mindset petani mulai berubah. Harapan kami, keberhasilan di beberapa lokasi nanti bisa mendorong petani lain yang selama ini masih bertahan di IP100 untuk ikut meningkatkan indeks pertanamannya," ucapnya.

Ia optimistis pengembangan IP300 akan berkembang lebih cepat apabila lokasi-lokasi percontohan mampu menunjukkan hasil panen yang baik.

"Kalau sudah ada contoh yang berhasil, biasanya akan lebih mudah berkembang. Saya optimistis ke depan IP300 akan menggelinding lebih cepat di Tanahlaut," katanya.

Optimisme tersebut juga ditopang hasil panen IP 200 di berbagai kecamatan yang menunjukkan produktivitas cukup menggembirakan. 

Baca juga: Petani Gambut Kabupaten Banjar Sambut Gembira Panen Raya, Hasilkan Padi 5,5 Ton per Hektare

Berdasarkan hasil ubinan Distanhorbun, sejumlah lokasi mampu menghasilkan lebih dari 5 ton gabah kering panen per hektare.

Rata-rata hasil ubinan dari seluruh (11) kecamatan yakni 5,11 ton per hektare untuk produktivitas pertanaman IP200.

Total luas panen IP200 15,8 hektare, total estmasi GKP 56,17 ton, dan rata-rata ubinan 3,21 kilogram per ubinan. (banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendran nareswara)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.