Sistem Penjangkauan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kediri Jaring 248 Siswa
Titis Jati Permata July 14, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, KEDIRI - Jumlah peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri terus bertambah pada tahun ajaran 2026/2027. 

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, penambahan siswa di sekolah berasrama khusus anak dari keluarga miskin ini bukan melalui proses pendaftaran, melainkan lewat sistem penjangkauan langsung ke rumah calon peserta didik.

Kini SRT 1 Kabupaten Kediri menampung 248 siswa yang tersebar di jenjang SD, SMP, dan SMA.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri, Fadeli mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 23 siswa SD, 107 siswa SMP, dan 118 siswa SMA. 

Siswa jenjang SMA masih menjadi yang terbanyak karena sekolah ini pertama kali dibuka pada tahun lalu dengan hanya melayani pendidikan tingkat SMA.

"Tahun pertama kami memiliki 99 siswa kelas X. Sekarang mereka sudah naik ke kelas XI dan seluruhnya dipindahkan ke kampus Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Plosoklaten," ucap Fadeli saat ditemui SURYA.co.id, di SRT 1 Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten, Selasa (14/7/2026) siang pukul 12.00 WIB.

Jenjang Pendidikan SD dan SMP

Memasuki tahun ajaran baru, SRT 1 mulai membuka layanan pendidikan untuk jenjang SD dan SMP sehingga jumlah peserta didik meningkat menjadi 248 orang.

Fadeli menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak menerapkan mekanisme penerimaan siswa baru sebagaimana sekolah pada umumnya. 

Seluruh peserta didik berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data Kementerian Sosial.

Baca juga: Ribuan Siswa Kurang Mampu di Jawa Timur Siap Masuk Sekolah Rakyat

Data tersebut kemudian diverifikasi Dinas Sosial Kabupaten Kediri bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dengan mendatangi langsung rumah calon peserta didik. Selain memastikan kondisi ekonomi keluarga, petugas juga menanyakan kesediaan anak untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Di Sekolah Rakyat tidak ada penerimaan siswa baru. Yang ada adalah penjangkauan. Jadi tidak ada seleksi sama sekali," katanya.

Bahkan, jumlah peserta didik masih berpotensi bertambah sewaktu-waktu. 

Hal itu karena Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum multi-entry dan multi-exit, sehingga siswa dapat bergabung kapan saja selama memenuhi persyaratan.

"Kalau nanti masih ditemukan calon siswa yang memenuhi kriteria melalui proses penjangkauan, tetap akan kami terima. Sistemnya memang memungkinkan siswa masuk kapan saja," bebernya.

Kuota Peserta Didik Belum Terpenuhi

Di sisi lain, kuota peserta didik jenjang SD masih belum terpenuhi. 

Awalnya, Kementerian Sosial mengalokasikan masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. 

Namun, minimnya anak usia sekolah dasar yang bersedia tinggal di asrama membuat sebagian kuota dialihkan ke jenjang SMP dan SMA.

"Kuota SD memang belum terpenuhi karena mencari anak usia SD yang siap tinggal di asrama tidak mudah. Akhirnya satu kelas dialihkan ke SMP dan satu kelas ke SMA sehingga kuota SMA menjadi 120 siswa. Saat ini jumlah siswa SMA tercatat 118 orang," jelasnya.

Jalani MPLS

Saat ini, seluruh siswa baru tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga 31 Juli 2026. 

Setelah itu mereka akan menjalani program matrikulasi selama Agustus untuk menyamakan kemampuan dasar belajar karena berasal dari latar belakang sosial dan pengalaman pendidikan yang beragam.

Sementara itu, kebutuhan tenaga pendidik, khususnya untuk jenjang SD dan SMP, masih terus dipenuhi. Proses belajar mengajar sementara dibantu guru dari Pemerintah Kabupaten Kediri sembari menunggu guru hasil rekrutmen Kementerian Sosial mulai bertugas.

"Terima kasih dan mohon doa restu kepada wali murid agar selama pendidikan di SR lancar dan lulus dengan ilmu yang bermanfaat," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.