TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Mamuju, Jalan Ahmad Yani, Selasa (14/7/2026).
Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Mamuju ke-486 itu diwarnai pembakaran ban bekas di badan jalan hingga asap hitam tampak membumbung tinggi di depan Kantor DPRD Kabupaten Mamuju, sementara massa aksi bergantian menyampaikan orasi.
Dalam orasinya, massa mendesak pemerintah daerah dan DPRD agar tidak mengabaikan berbagai persoalan yang dinilai masih dihadapi masyarakat.
Baca juga: Semburan Air Berlumpur Muncul di Sawah Bekas Sumur Bor di Mamuju Tengah, Polisi Turun Tangan
Baca juga: Besok Senyum-senyum Sendiri! Taurus dan Libra Diprediksi Panen Cinta, Karier Ikut Ngebut
"Tolong prioritaskan aspirasi kami, jangan hanya janji manis saja," teriak salah seorang orator di hadapan peserta aksi.
Selain menyampaikan orasi, massa juga membagikan selebaran berisi 12 tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju dan DPRD.
Beberapa tuntutan tersebut di antaranya meminta pemerintah mengevaluasi penanganan sampah, membuka transparansi peta kawasan hutan lindung dan menginspeksi dugaan pembukaan hutan untuk perkebunan sawit.
Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, Syamsuddin Hatta, menemui langsung massa aksi untuk menerima aspirasi yang disampaikan.
Di hadapan demonstran, Syamsuddin memastikan seluruh tuntutan akan menjadi perhatian DPRD.
"InsyaAllah setelah masa reses DPRD, ini akan menjadi agenda kami melakukan rapat dengar pendapat dengan semua pihak," ujar Syamsuddin Hatta.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Baiq Sukma Widiawati