TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Keluarga pemilik kandang ayam di kawasan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten buka suara setelah usaha peternakan mereka diprotes warga Perumahan Alam Serua 2.
Diketahui sebelumnya, warga mengeluhkan keberadaan kandang ayam tersebut karena dinilai berada terlalu dekat dengan permukiman.
Warga mengaku mulai mencium aroma menyengat sejak pekan ketiga Juni 2026, terutama pada pagi dan malam hari.
Setelah menelusuri sumber bau, warga menemukan kandang ayam yang berdiri di lahan sekitar 4 hektare kembali beroperasi.
Menurut warga, saat mereka mulai menempati Perumahan Alam Serua 2 pada 2023, kandang tersebut memang sudah ada, namun saat itu tidak beroperasi sehingga tidak menimbulkan gangguan.
Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan keluarga pemilik kandang, Nurhayati, mengatakan peternakan ayam itu telah berdiri sejak 2014 dan tidak pernah berpindah lokasi.
Menurutnya, lahan tersebut merupakan tanah milik keluarganya sejak lama sehingga keberadaan kandang lebih dulu dibandingkan pembangunan perumahan di sekitarnya.
Baca juga: Berdiri Dekat Permukiman, Kandang Ayam di Ciputat Tangsel Dipersoalkan Warga
Nurhayati juga menegaskan, usaha peternakan milik keluarganya telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Ia menyebut, seluruh aktivitas usaha dijalankan secara legal dan limbah peternakan dikelola sendiri sehingga tidak mencemari lingkungan.
"Kami sudah punya NIB. Terkait limbah juga tidak ada yang dibuang sembarangan karena kotoran ayam kami olah sendiri menjadi pupuk untuk kebun," ujarnya.
Menurut Nurhayati, pihak Babinsa, Kecamatan, Kelurahan, hingga Satpol PP Kota Tangerang Selatan juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi peternakan.
Dari hasil peninjauan tersebut, kata dia, petugas tidak menemukan adanya tumpukan limbah maupun bau menyengat yang menetap di area kandang.
"Kalau aroma pakan ayam sesekali terbawa angin mungkin ada, tapi bukan bau yang menetap," katanya.
Baca juga: Daftar 5 Pejabat Terkaya 2026 di Pemprov Banten, ASN Paling Tajir yang Lagi Viral Saat Ini
"Dari dulu juga tidak pernah ada komplain warga, baru belakangan ini ada keberatan dari warga Perumahan Alam Serua," jelas Nurhayati.
Nurhayati menambahkan, kandang tersebut saat ini menampung sekitar 1.800 ekor ayam pedaging yang dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Tangerang Selatan.
Ia pun berharap, polemik tersebut dapat diselesaikan secara objektif dengan melihat fakta di lapangan serta memperhatikan legalitas usaha yang telah dimiliki keluarganya.