Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran memprediksi seluruh 10 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.
Bahkan, sejumlah desa di beberapa kecamatan sudah lebih dulu merasakan dampaknya berupa krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan desa yang kini sudah mengalami kekeringan antara lain Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya, Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, serta Desa Parakanmanggu di Kecamatan Parigi.
Menurutnya, BPBD sudah menyalurkan bantuan air bersih ke tiga desa tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
"Kami sudah menyuplai air bersih ke tiga desa tersebut. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan kembali," ujar Dodo kepada Tribun di Pangandaran, Selasa (14/7/2026) siang.
Baca juga: TKP Maut di Pangandaran, Jalan Depan Polsek Padaherang Terkenal Lurus tapi Rawan Kecelakaan
Meski dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat, ia mengaku hingga kini belum menerima laporan mengenai besaran kerugian yang ditimbulkan, baik pada sektor pertanian maupun akibat keterbatasan akses air bersih.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran saat ini menetapkan status siaga bencana dan belum menaikkan status menjadi darurat kekeringan.
Pemerintah daerah pun sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang penetapan status siaga bencana sebagai tindak lanjut kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Kalau Pangandaran statusnya belum darurat bencana. Masih siaga," katanya.
Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang dipicu musim kemarau dan fenomena El Nino.
Berdasarkan peta risiko bencana, wilayah Kabupaten Pangandaran masuk kategori risiko kekeringan sedang hingga tinggi.
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pemerintah pusat pun mengalokasikan bantuan pembangunan sumur bor di Kabupaten Pangandaran.
"Bantuan itu disalurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk mendukung kebutuhan irigasi dan penyediaan air bersih di sejumlah lokasi," ucap Dodo.
Sementara itu, BPBD pun menerima bantuan pembangunan satu unit sumur bor yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
"Kalau di BPBD ada satu, bantuan membuat sumur bor untuk penyediaan air bersih saja," ujarnya.(*)