Laga Pertama Messi vs Inggris, Ini Rekor La Pulga saat Hadapi Tim Elite Dunia
Dwi Setiawan July 14, 2026 05:27 PM

TRIBUNNEWS.COM - Lionel Messi akan menjalani laga spesial saat Argentina menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atalanta, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.

Messi telah mengoleksi lebih dari 200 penampilan bersama Timnas Argentina dan sudah menghadapi hampir seluruh negara elite dunia di Piala Dunia maupun Copa America.

Namun dari sederet tim elite di dunia, Inggris bisa dikatakan satu-satunya negara yang belum pernah dihadapi seorang Messi.

Dan pada semifinal Piala Dunia 2026 nanti, hal itu akan dipecahkan karena itu akan menjadi pertama kalinya Messi berhadapan dengan Inggris di level senior.

Pertemuan terakhir Argentina dan Inggris terjadi pada laga persahabatan tahun 2005, beberapa bulan setelah Messi menjalani debut internasional bersama Albiceleste. 

Messi muda kala itu absen karena harus menjalani skorsing akibat menerima kartu merah dalam debutnya bersama Argentina.

Sejak saat itu, kedua negara tak pernah lagi saling bertemu hingga akhirnya dipertemukan di semifinal Piala Dunia 2026.

"Melawan Inggris selalu spesial karena mereka adalah salah satu kekuatan besar sepak bola dunia. Ini juga pertama kalinya saya menghadapi mereka. Saya sudah bermain melawan hampir semua tim besar kecuali Inggris," ujar Messi, dikutip dari ESPN.

SORAK PIALA DUNIA - Fans Tim Nasional (Timnas) Argentina yang tergabung dalam La Albiceleste Fakfak saat berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH Ma'ruf Amin Jalan Dr Salasa Namudat pasca kemenangan Argentina vs Mesir dan memastikan diri lolos ke perempat final, Rabu (8/7/2026)
SORAK PIALA DUNIA - Fans Tim Nasional (Timnas) Argentina yang tergabung dalam La Albiceleste Fakfak saat berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH Ma'ruf Amin Jalan Dr Salasa Namudat pasca kemenangan Argentina vs Mesir dan memastikan diri lolos ke perempat final, Rabu (8/7/2026) (Tribunnews.com/Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara)

Baca juga: Jalan Sunyi Argentina Ulangi Sejarah Gila Piala Dunia, 2 Langkah Menuju Keabadian

Argentina sendiri dihadapakan dengan satu tantangan besar karena mereka menjadi satu-satunya wakil dari benua Amerika di semifinal Piala Dunia kali ini.

Tiga lainnya yakni, Spanyol, Prancis dan lawan mereka Inggris, adalah representasi dari benua Biru.

Football enthusiast Bayu Ajianto menilai, ini menjadi tantangan sesungguhnya bagi Argentina, tapi sekaligus juga menjadi kehormatan bagi mereka.

Jika lolos ke final, mereka berpeluang mempertahankan gelar dan akan menjadi salah satu yang paling bersejarah dalam era modern Piala Dunia.

"Argentina mempunyai beban yang berat, tapi sekaligus kehormatan juga sebagai satu-satunya wakil Amerika Selatan," ujarnya dalam podcast Super Taktik Tribunnews.

"Argentina juga sebagai juara bertahan. Jika Argentina bisa mempertahankan gelar, ini akan menjadi pencapaian yang monumental karena mereka harus menembus tiga kekuatan terbesar Eropa," katanya.

Dan khususnya bagi Messi, ini akan menjadi pencapaian spesial jika mengalahkan Inggris karena ia akan tampil di tiga final Piala Dunia.

Yang pertama adalah pada 2014 saat kalah 1-0 dari Jerman, lalu kedua saat juara 2022 dan yang ketiga peluangnya adalah di edisi kali ini.

Namun sebelum menatap final, Argentina harus melewati ujian dari Inggris, laga yang akan menjadi babak baru dalam perjalanan karier sang megabintang Lionel Messi.

Rekor Messi Melawan Negara-Negara Elite

Lantas bagaimanakan rekor Messi melawan negara-negara elite yang kental dengan kultur sepak bola?

Meski belum pernah bertemu Inggris, Messi sudah memiliki catatan panjang melawan beberapa raksasa sepak bola dunia. Berikut ulasan Tribunnews:

1. Brasil: Rival Terberat Messi

Brasil menjadi lawan yang paling sering dihadapi Messi dengan sebanyak 14 pertemuan terjadi antara La Pulga dengan Tim Samba.

Dari sekian banyak itu, Messi mencatatkan enam kemenangan, dua hasil imbang, dan enam kekalahan.

La Pulga mengoleksi lima gol. Tetapi menariknya seluruh gol tersebut lahir dalam laga persahabatan.

Hingga kini Messi belum pernah mencetak gol ke gawang Brasil dalam pertandingan resmi.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada laga uji coba tahun 2012 ketika mencetak hattrick untuk membawa Argentina menang dramatis 4-3.

Baca juga: Bukan Cuma Messi, Pickford Ingatkan Inggris Waspadai Permainan Emosional Argentina

2. Prancis: Kenangan Manis dan Pahit

Messi sudah tiga kali menghadapi Prancis.

Catatannya cukup impresif dengan dua kemenangan dan satu kekalahan disertai tiga gol serta dua assist.

Pertemuan paling dikenang tentu terjadi pada final Piala Dunia 2022.

Messi mencetak dua gol dan membawa Argentina menjadi juara dunia usai mengalahkan Prancis lewat adu penalti setelah bermain imbang 3-3.

Namun empat tahun sebelumnya, Messi harus mengakui keunggulan Prancis yang menang 4-3 pada babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Kemenangan lain Messi adalah saat laga persahatan 2009. Kala itu Argentina menang 2-0 di Orange Velodrome, kandang Marseille.

3. Jerman: Luka Terbesar Messi

Jerman menjadi salah satu lawan yang meninggalkan kenangan pahit bagi Messi.

Dari empat pertemuan, ia hanya dua kali menang dan semuanya terjadi pada laga persahabatan.

Sebaliknya, dua duel di Piala Dunia selalu berakhir menyakitkan.

Argentina dihancurkan Jerman 0-4 pada perempat final Piala Dunia 2010, sebelum kembali kalah 0-1 pada final Piala Dunia 2014 lewat gol Mario Gotze di babak tambahan waktu.

4. Italia: Sempurna di Finalissima

Italia menjadi salah satu lawan elite yang paling jarang dihadapi Messi.

Ia baru sekali bertemu Gli Azzurri, tepatnya pada Finalissima 2022 di Wembley.

Meski tidak mencetak gol, Messi tampil luar biasa dengan menyumbang dua assist dalam kemenangan 3-0 Argentina sekaligus membawa pulang penghargaan Player of the Match.

5. Spanyol: Menang di Laga Terakhir

Messi menghabiskan sebagian besar karier klubnya di LaLiga, namun Lionel Messi tercatat hanya pernah menghadapi Spanyol sebanyak tiga kali di level internasional, yang seluruhnya merupakan laga persahabatan.

Pertemuan pertama terjadi pada tahun 2006 di Murcia, di mana Messi tampil selama 66 menit tanpa kontribusi signifikan sebelum digantikan oleh Javier Saviola dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Argentina 2-1.

Tiga tahun berselang, Argentina kembali menelan kekalahan dengan skor serupa (2-1) di Sevilla. Namun dalam laga ini, Messi berhasil menyumbang satu gol hiburan bagi Albiceleste lewat eksekusi penalti.

Setelah dua kali kalah pada 2006 dan 2009, Messi akhirnya membawa Argentina menang telak 4-1 atas juara dunia saat itu pada tahun 2010, di Estadio Monumental, Buenos Aires. 

Menghadapi Spanyol yang baru saja menyandang gelar juara dunia, Messi membuka keunggulan lewat gol chip yang cerdik, membawa Argentina menang telak 4-1.

Sebenarnya, kedua negara dijadwalkan kembali bertanding dalam ajang Finalissima 2026 di Qatar. Sayangnya, laga akbar tersebut harus dibatalkan akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah menyusul serangan AS-Israel terhadap Iran.

RAYAKAN GOL - Para penonton merayakan gol Joao Neves dari Portugal saat nobar di halaman TVRI Kalteng, Jalan Yos Sudarso, Palangja Raya, Kamis (18/6/2026).
RAYAKAN GOL - Para penonton merayakan gol Joao Neves dari Portugal saat nobar di halaman TVRI Kalteng, Jalan Yos Sudarso, Palangja Raya, Kamis (18/6/2026). (Tribunnews.com/Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi)

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.