TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Harga berbagai jenis sayuran, daging ayam, hingga telur ayam di Kulon Progo mengalami kenaikan di awal pekan ini. Kenaikan disinyalir akibat dari kembali aktifnya program MBG (Makan Bergizi Gratis), yang membutuhkan bahan pokok dalam jumlah besar.
Kenaikan harga tersebut dikeluhkan oleh warga Kulon Progo, terutama yang menjadi pengusaha kuliner. Seperti Sri Nur Wahyuni yang memiliki usaha bakmi di Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates.
Ia mengaku sempat kaget saat belanja kebutuhan untuk berdagang bakmi karena harganya sebagian besar naik. Padahal sebelumnya ia bisa membeli bahan pangan dengan harga lebih murah.
"Harganya yang jadi mahal ini lumayan menguras kantong," ujar Sri ditemui di Pasar Wates, Selasa (14/07/2026).
Ia mengatakan modal yang dikeluarkan untuk berjualan saat ini membengkak seiring dengan kenaikan harga bahan pokok. Sedangkan pendapatannya dari berjualan bakmi juga belum maksimal.
Sri seakan tidak ada pilihan lain karena tetap harus membeli bahan pangan demi keberlanjutan usaha yang ia tekuni, meski harganya sedang naik. Namun ia tetap berharap harga bahan pangan kembali murah seperti saat libur sekolah.
"Kalau harganya naik pun jangan terlalu tajam," kata warga Wates ini.
Keluhan serupa juga diungkapkan oleh Sutoyo, pedagang mi ayam di Pasar Wates. Menurutnya, selama 31 tahun berjualan di sana, baru kali ini ia merasakan lonjakan harga bahan pokok yang cukup signifikan.
Seperti daging ayam yang jadi bahan utama dari mi ayam. Ia kini harus membelinya di kisaran harga lebih dari Rp 30 ribu per kg. Belum lagi dengan bahan lain yang jadi pendamping mi ayam, seperti sayuran.
"Rasanya sejak MBG mulai jalan lagi, harga bahan-bahan pokok jadi naik semua," tutur Sutoyo.
Ia pun sempat menikmati harga yang cukup murah saat MBG dinonaktifkan karena libur sekolah. Saat itu, ia bisa membeli daging ayam dengan harga sekitar Rp 29 ribu per kg sehingga bisa membeli dalam jumlah banyak.
Sutoyo mengatakan modal usahanya ikut membengkak dengan naiknya harga bahan-bahan mi ayam. Namun ia mengaku tak tega menaikkan harga mi ayam untuk para pelanggannya, apalagi dengan kondisi daya beli yang sedang rendah saat ini.
"Saya berharap harga bahan-bahan pokok bisa kembali stabil," jelas warga Gadingan, Wates ini.(alx)