TRIBUNFLORES.COM – Indonesia menjadi tuan rumah sidang raya ke-12 Federasi Konferensi Waligereja Asia (Federation of Asian Bishops' Conferences/FABC) yang akan berlangsung di Jakarta pada 19–30 Juli 2026.
Dilansir dari laman resmi The Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC), disebutkan sekitar 110 uskup dari berbagai negara di Asia, bersama para delegasi dari Amerika, Afrika, Oseania, dan Eropa, dijadwalkan mengikuti pertemuan yang membahas misi Gereja Katolik di tengah dinamika kawasan Asia.
Ratusan uskup Katolik dari berbagai negara di Asia dijadwalkan mengunjungi Terowongan Silaturahmi dan Masjid Istiqlal di Jakarta pada 26 Juli mendatang.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penutupan Sidang Raya FABC dan dimaksudkan untuk memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam membangun kehidupan yang damai di tengah keberagaman agama.
Baca juga: Uskup Agung Ende Ajak OMK Peka terhadap Demokrasi, Militerisasi, dan Perdagangan Orang
Sebelum berkunjung ke Masjid Istiqlal, para uskup akan merayakan Ekaristi di Gereja Katedral Jakarta. Setelah itu, mereka akan berjalan bersama melewati Terowongan Silaturahmi menuju Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara.
Lebih dari sekadar jalur penghubung bawah tanah, Terowongan Silaturahmi telah menjadi simbol dialog, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai antarumat beragama di Indonesia yang dikenal hingga tingkat internasional.
Gagasan pembangunan terowongan ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo saat proses revitalisasi Masjid Istiqlal pada 2020. Pembangunannya dimulai pada Januari 2021 sebagai bagian dari proyek renovasi masjid, dengan menghubungkan secara langsung Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, dua rumah ibadah ikonik yang berdiri berdampingan sejak masa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Terowongan tersebut dirancang bukan hanya untuk memudahkan akses, tetapi juga sebagai simbol nyata persahabatan lintas agama. Keberadaannya mendapat perhatian dunia saat Paus Fransiskus melakukan Perjalanan Apostolik ke Indonesia pada September 2024 dan mengunjungi lokasi tersebut dalam Pertemuan Lintas Agama di Masjid Istiqlal. Terowongan Silaturahmi kemudian resmi dibuka untuk umum pada Desember 2024.
Baca juga: Kardinal Suharyo Ungkap 2 Alasan Bahasa Indonesia Digunakan Sebagai Bahasa Resmi Komunikasi Vatikan
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pengalaman Indonesia dalam memelihara kerukunan di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya menjadi contoh penting bagi masyarakat internasional, khususnya bagi para peserta Sidang Raya FABC.
"Indonesia memiliki modal sosial yang kuat dalam merawat harmoni. Kehadiran para uskup dari seluruh Asia menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun perdamaian bersama," kata Nasaruddin.
Ia menegaskan bahwa Terowongan Silaturahmi dan Masjid Istiqlal mencerminkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang menjunjung tinggi dialog, saling menghormati, dan solidaritas sebagai fondasi kehidupan beragama.
"Kami ingin para peserta tidak hanya melihat simbol-simbol tersebut, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana kerukunan umat beragama dijalankan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia," ujarnya saat bertemu dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk membahas persiapan Sidang Raya FABC.
Uskup Bandung sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunyamin, memastikan kunjungan ke Terowongan Silaturahmi dan Masjid Istiqlal telah masuk dalam agenda resmi penutupan Sidang Raya FABC.
Sekitar 110 uskup dari berbagai negara di Asia dijadwalkan mengikuti sidang tersebut. Selain itu, hadir pula para delegasi dari Amerika, Afrika, Oseania, dan Eropa. Mereka akan disambut langsung di Masjid Istiqlal oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.
"Menteri Agama telah memastikan bahwa para uskup dan delegasi akan mengunjungi Terowongan Silaturahmi dalam rangkaian acara penutupan dan akan diterima secara resmi di Masjid Istiqlal," kata Mgr. Antonius.
Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, mengatakan kunjungan tersebut sejalan dengan tema Sidang Raya FABC ke-12, yaitu "Kamu Akan Melihat Hal-Hal yang Lebih Besar" (Yohanes 1:50): Pertobatan Sinodal dan Misi Menjadi Jembatan serta Pembangun Jembatan di Asia.
"Kita akan melihat hal-hal yang lebih besar melalui perjumpaan dengan orang-orang yang berbeda agama dan budaya. Tuhan menunjukkan bahwa sesuatu yang lebih besar menjadi mungkin ketika kita membangun jembatan dialog. Karena itu, kunjungan ke Terowongan Silaturahmi melambangkan cita-cita Indonesia untuk hidup rukun di tengah keberagaman," ujar Kardinal Suharyo.
Sumber: fabc.org