TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengakui kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menangani berbagai bencana dan keadaan darurat.
Pernyataan tersebut disampaikan Fairid usai meninjau lokasi kebakaran sekaligus melihat kondisi warga terdampak di posko pengungsian Gang Sari 45, Selasa (14/7/2026) sore.
Menurut Fairid, kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini memang tidak mudah.
Baca juga: Di Hadapan Wali Kota, Warga Gang Sari Keluhkan Minim Sumber Air dan Jalan Rusak
Namun, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat tetap harus ditangani sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah.
"Kalau dikatakan susah ya susah. Tapi yang namanya masalah selalu datang. Tanggung jawab kita bagaimana caranya tetap membantu masyarakat," ujarnya.
Ia mencontohkan, keterbatasan anggaran juga dirasakan saat Pemerintah Kota Palangka Raya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tersedia sangat terbatas, sementara kebutuhan penanganan bencana terus bermunculan.
"Contohnya saat karhutla, anggaran BTT pun hampir tidak ada. Tapi masyarakat memerlukan bantuan, sehingga pemerintah harus mencari jalan keluarnya. Tantangannya memang cukup banyak," katanya.
Meski demikian, Fairid mengatakan penanganan korban kebakaran tetap dilakukan secara bertahap.
Pemerintah terlebih dahulu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari penyediaan makanan, layanan kesehatan, hingga pelayanan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran.
Selanjutnya, Pemerintah Kota Palangka Raya juga menyiapkan bantuan sesuai tingkat kerusakan bangunan.
Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp12 juta untuk rumah rusak berat, Rp7,5 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp5 juta untuk rumah rusak ringan, yang akan disalurkan setelah proses pendataan dan verifikasi selesai sesuai mekanisme yang berlaku.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengingat lebih dari 20 rumah terdampak kebakaran, Fairid mengatakan hal tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut.
"Silakan nanti dikoordinasikan. Yang jelas dari Pemerintah Kota kami sudah menyiapkan bantuan sesuai kewenangan yang ada," ujarnya.
Lebih lanjut, Fairid Naparin juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Ia mengingatkan warga agar memastikan seluruh peralatan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti kompor maupun instalasi listrik, telah dimatikan sebelum bepergian.
Selain itu, apabila meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama, warga juga diminta menitipkan rumah kepada tetangga atau melapor kepada ketua RT agar kondisi rumah dapat ikut dipantau.
"Pastikan kompor maupun aliran listrik sudah benar-benar aman sebelum meninggalkan rumah. Kalau bepergian cukup lama, titipkan rumah kepada tetangga atau laporkan kepada ketua RT supaya bisa sama-sama diawasi," pungkasnya.