Karyawan Ceritakan Kronologi Kebakaran Toko Sparepart di Medan, Asap Terlihat dari Lantai 4
Ayu Prasandi July 14, 2026 09:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Seorang karyawan toko sparepart mobil, Fery, menceritakan detik-detik kebakaran yang menghanguskan tempatnya bekerja di Jalan Semarang, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota, Selasa (14/7/2026) siang.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB itu meludeskan sebuah rumah toko (ruko) empat lantai yang digunakan untuk menjual sekaligus menyimpan komponen dan sparepart mobil.

Fery mengatakan, kepulan asap hitam pertama kali diketahui oleh warga sekitar dan karyawan Bank Mestika yang berada di sebelah ruko.

Mendengar informasi tersebut, ia bersama pemilik toko dan tiga karyawan lainnya langsung menuju lantai empat untuk memeriksa sumber asap.

“Sesampainya di lantai empat, api sudah membakar kardus dan plastik yang menjadi tempat penyimpanan barang,” ujar Fery kepada Tribun Medan di lokasi.

Mereka sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan menyebar ke seluruh bangunan.

Fery mengaku masih mempertanyakan penyebab kebakaran tersebut. Pasalnya, menurut dia, tidak ada instalasi listrik di lantai empat.

Ia menjelaskan, lantai tersebut hanya memanfaatkan pencahayaan alami dengan menggunakan lembaran seng plastik sebagai atap transparan.

“Di lantai empat itu tidak ada instalasi listrik, jadi tidak ada lampu. Dibuat seng plastik di tengah ruangan untuk penerangan. Mungkin karena seng plastik itu memantulkan panas matahari ke kardus dan plastik hingga menimbulkan api,” katanya.

Saat kebakaran terjadi, seluruh karyawan bersama pemilik toko berada di lantai satu, sedangkan seorang asisten rumah tangga (ART) berada di lantai dua untuk mencuci pakaian.

Menurut Fery, lantai dua hingga lantai empat digunakan sebagai gudang penyimpanan komponen dan sparepart mobil.

Akibat kebakaran tersebut, pemilik toko mengalami luka bakar ringan di bagian bahu akibat terkena tetesan plastik yang meleleh.

Ketika api mulai menjalar ke lantai bawah, seluruh penghuni ruko memilih menyelamatkan diri. Barang dagangan pun tidak sempat dievakuasi.

Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Abadi Agnellus Malau, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit truk tangga langsung dikerahkan ke lokasi.

“Kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung menerjunkan personel serta armada ke lokasi,” ujar Wandro.

Menurutnya, api pertama kali muncul dari lantai empat yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan barang.

Berdasarkan keterangan pemilik toko, di lantai tersebut tersimpan banyak material mudah terbakar seperti kardus dan plastik.

“Diduga karena cuaca panas dan adanya area terbuka, ditambah banyak barang mudah terbakar, sehingga panas pada plastik memicu munculnya api,” jelasnya.

Proses pemadaman sempat terkendala karena titik api berada di lantai empat. Akibatnya, api sempat merambat ke lantai tiga dan dua sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Meski bangunan toko hangus terbakar, petugas berhasil mencegah api merembet ke bangunan di sebelahnya, yakni ruko sparepart lain dan Kantor Bank Mestika.

“Tidak ada bangunan lain yang terbakar, mungkin hanya temboknya yang menghitam akibat panas api,” katanya.

Hingga sore hari, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

(Cr9/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.