- Imbas konflik Iran-AS, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengimbau maskapai internasional untuk menghindari wilayah udara Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Langkah darurat ini diambil demi keselamatan penerbangan sipil di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.
Mengutip Iran International pada (14/7), hal ini diumumkan oleh pihak EASA pada Selasa waktu setempat.
Lebih tepatnya, EASA mengeluarkan saran resmi agar maskapai internasional menghindari rute penerbangan di atas negara-negara Teluk Persia.
Tepat, seiring dengan terus berl anjutnya aksi saling serang secara masif antara militer Iran dan Amerika Serikat.
Secara spesifik, badan regulator Eropa tersebut meminta maskapai komersial menjauhi wilayah udara sipil milik Bahrain dan Kuwait.
Selain kedua negara itu, EASA juga memperingatkan risiko keselamatan tinggi jika melintasi ruang udara Qatar serta Uni Emirat Arab.
Menyusul adanya laporan mengenai gelombang serangan baru yang diluncurkan kedua pihak.
Tak hanya wilayah udara daratan, maskapai juga diimbau kuat untuk tidak mengambil rute penerbangan di atas perairan Teluk Oman.
Peringatan ketat ini ditegaskan akan terus berlaku hingga situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tersebut dinilai kembali kondusif bagi jalur penerbangan sipil.