Di Hadapan Wali Kota, Warga Gang Sari Keluhkan Minim Sumber Air dan Jalan Rusak
Pangkan Banama Putra Bangel July 14, 2026 08:06 PM

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Warga terdampak kebakaran di Gang Sari 45, Kelurahan Pahandut, memanfaatkan kunjungan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Wakil Wali Kota Achmad Zaini ke posko pengungsian, Selasa (14/7/2026) sore, untuk menyampaikan berbagai aspirasi.

Dua persoalan yang paling disoroti warga yakni minimnya sumber air saat kebakaran terjadi serta kondisi jalan lingkungan yang telah lama rusak.

Di bawah tenda darurat yang didirikan di halaman Pondok Darul Ulum, puluhan warga tampak duduk lesehan di atas matras mengikuti dialog bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga lurah.

Baca juga: Kalteng Dipilih Jadi Lokasi Program Ekstentifikasi Sawit untuk B-50

Baca juga: Kabar Liga Italia Gelandang Juvetus Jadi Incaran PSG, Thuram Ditukar Kolo Muani

Baca juga: Jam Live TVRI Jadwal Prancis Vs Spanyol, Mbappe-Yamal Rebutkan Tiket Final Piala Dunia 2026

Berdasarkan data hasil pendataan korban kebakaran berdampak pada sebanyak 46 kepala keluarga (KK) atau 146 jiwa terdampak kebakaran.

Sebanyak 40 bangunan mengalami kerusakan, terdiri atas 32 bangunan rusak berat yang meliputi 30 rumah, satu Madrasah, dan satu barak tiga pintu.

Selain itu, terdapat empat rumah rusak sedang dan empat rumah rusak ringan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RT 01 RW 10 Kelurahan Pahandut, Nawawi, berharap pemerintah dapat menghadirkan sumber air di setiap gang agar jika terjadi kebakaran penangananngananya ke depan tidak lagi terkendala.

Menurutnya, saat kebakaran terjadi pada Minggu (12/7/2026), mesin pemadam datang dari berbagai arah.

Namun, petugas kesulitan mendapatkan pasokan air karena sumber air di kawasan tersebut sangat terbatas.

"Kami mohon kepada pemerintah bisa membuatkan sumur bor di setiap gang. Mesin pemadam banyak, tetapi kalau sumber air tidak ada bagaimana? Kemarin sebenarnya ada sumber air sumur bor, tetapi karena musim kemarau debitnya kecil sampai akhirnya tidak keluar lagi," ujarnya.

Selain itu, Nawawi juga meminta Pemerintah Kota Palangka Raya memperbaiki Jalan Gang Sari yang menjadi akses utama menuju kawasan Puntun.

Ia mengatakan jalan tersebut selama ini beberapa kali diperbaiki secara swadaya oleh warga, termasuk setelah mengalami kerusakan akibat banjir.

"Jalan kami ini jalan induk. Mau ke Puntun maupun ke kawasan lain pasti lewat sini. Selama ini beberapa kali kami memperbaikinya secara swadaya. Mudah-mudahan bisa menjadi perhatian pemerintah," katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan pemerintah telah meninjau langsung lokasi yang diusulkan warga untuk mencari solusi penyediaan sumber air.

Menurut Fairid, pemerintah akan mengkaji pembangunan embung atau sumur resapan yang dinilai lebih efektif sebagai sumber air dibanding hanya memasang pipa.

"Tadi juga ada beberapa usulan dari warga. Saya bersama tokoh masyarakat langsung mengecek lokasi. Salah satunya terkait penyediaan sumber air. Kalau menggunakan pipa paralon saya rasa tidak cukup kuat. Kemungkinan yang lebih tepat adalah membuat embung atau sumur resapan," kata Fairid.

Ia menjelaskan pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan lahan sehingga Pemerintah Kota Palangka Raya akan berkoordinasi dengan lurah, camat, serta ketua RT dan RW untuk menentukan lokasi yang sesuai.

"Memang membutuhkan lahan, sehingga nanti lurah, camat bersama RT dan RW akan berkoordinasi menyiapkan lokasi. Kalau tempatnya sudah siap, pemerintah tentu akan membantu," ujarnya.

Selain menindaklanjuti aspirasi warga, Fairid memastikan Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan bantuan bagi korban kebakaran sesuai tingkat kerusakan bangunan setelah proses pendataan dan verifikasi selesai.

Ia mengatakan prioritas pemerintah saat ini adalah memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga pelayanan administrasi kependudukan.

Selanjutnya, bantuan akan disalurkan sebesar Rp12 juta untuk rumah rusak berat, Rp7,5 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp5 juta untuk rumah rusak ringan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Prioritas kita saat ini mencukupi kebutuhan harian terlebih dahulu, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga pelayanan administrasi kependudukan. Untuk langkah selanjutnya, pemerintah juga menyiapkan bantuan sesuai tingkat kerusakan rumah. Memang prosesnya tetap berjalan sesuai mekanisme, tetapi bantuan itu biasanya tetap kita berikan," ujar Fairid.

Sementara itu, terkait permintaan perbaikan Jalan Gang Sari, Fairid mengatakan pemerintah akan memprioritaskan penyelesaian penanganan pascakebakaran terlebih dahulu agar tidak berbenturan dengan rencana pembangunan sumber air di kawasan tersebut.

"Untuk sementara kita selesaikan dulu penanganan pascakebakaran ini. Jangan sampai nanti kita memperbaiki jalan, sementara masih ada rencana pembangunan sumur resapan atau fasilitas lainnya yang justru mengganggu. Jadi semuanya dilakukan bertahap sesuai perencanaan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.