TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tujuh pelaku kekerasan terhadap seorang pria yang terjadi di Jalan Sukamenak, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung berhasil diringkus kepolisian.
Ketujuh pelaku tersebut melakukan kekerasan terhadap seorang pemuda berinisial MHA (24).
Akibat kejadian itu pemuda tersebut, mengalami luka robek di bagian belakang kepala.
Kapolsek Margahayu, AKP Hasbi Ask Sidiqie mengatakan, kejadian tersebut pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 01.20 WIB.
Di mana, kala itu korban yang sedang mengendarai sepeda motor.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengaku dibuntuti oleh sekitar sebelas orang yang mengendarai empat unit sepeda motor secara ugal-ugalan," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Sempat Ditutup, Jembatan Gantung Sukamenak Ciamis-Tasikmalaya Dibuka Kembali oleh Dedi Mulyadi
Setibanya di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban yang berhenti tiba-tiba didekati rombongan tersebut hingga salah satu dari pelaku memukul bagian belakang kepala korban dengan benda tumpul.
"Seorang terduga pelaku berinisial SAA ini, melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan benda tumpul yang terbuat dari plat besi dan berbentuk menyerupai samurai," katanya.
Setelah melancarkan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri.
Sedangkan korban harus dibawa ke rumah sakit terdekat.
Menerima laporan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan, kata Hasbi, pihaknya langsung melakukan pengejaran kepada para terduga pelaku.
Tidak lama kemudian, pihak kepolisian akhirnya mengamankan tujuh orang.
Di mana, ketujuh pelaku yang diamankan tersebut yakni SAA, T, RA, WNW, PHH, AS, dan FR.
Saat ini ketujuh pelaku itu, sedang diamankan Mapolsek Margahayu untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.
"Sebagian dari mereka, masih berstatus anak di bawah umur sehingga proses penanganannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ucapnya.
Lebih lanjut, Hasbi mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan awal dari para pelaku, mereka tergabung dalam sebuah kelompok yang menamakan diri mereka "El Chaos15".
"Untuk lebih lanjutnya terkait modus dan lain halnya masih terus kami mendalami."
"Termasuk peran masing-masing dan memburu beberapa orang lain yang diduga turut terlibat dalam aksi," ujarnya.(*)