Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Bantu Ahli Waris Mandiri, Rano Karno Beri Apresiasi
Feryanto Hadi July 14, 2026 08:33 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – BPJS Ketenagakerjaan memastikan perlindungan bagi pekerja tidak berhenti pada pemberian santunan kepada ahli waris.

Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), para penerima manfaat didorong kembali produktif dengan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan usaha.

Program PEKA kali ini digelar di Graha BPJAMSOSTEK, Jakarta, Senin (13/7/2026), melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan bersama Bank Mandiri melalui Rumah BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan diikuti 90 peserta.

Peserta memperoleh pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk, pengemasan, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar.

Rumah BUMN berperan sebagai pusat pendampingan UMKM, sedangkan OJK memperkuat literasi keuangan agar usaha peserta dapat berkembang secara berkelanjutan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, Program PEKA merupakan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan manfaat jangka panjang bagi keluarga peserta.

"Kami ingin memastikan penerima manfaat tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan pendampingan agar mampu hidup lebih baik dan kembali produktif," ujar Saiful.

Hingga 30 Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat klaim secara nasional sebanyak 2.688.827 kasus dengan nilai Rp36,09 triliun.

Khusus di DKI Jakarta, manfaat yang disalurkan mencapai 385.707 kasus senilai Rp6,69 triliun.

Menurut Saiful, besarnya manfaat jaminan sosial tersebut perlu diiringi program pemberdayaan agar mampu menjadi modal usaha yang berkelanjutan bagi keluarga penerima.

Ia menjelaskan, Program PEKA dikembangkan melalui konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit, sehingga peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga didampingi hingga usahanya menghasilkan pendapatan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi Program PEKA karena memperluas makna perlindungan sosial.

Menurutnya, santunan yang diterima ahli waris akan lebih bermanfaat jika diolah menjadi modal usaha yang produktif.

"Program PEKA mengubah santunan menjadi modal untuk membangun usaha sehingga keluarga penerima manfaat memiliki kesempatan bangkit dan mandiri," kata Rano.

Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menyatakan pihaknya mendukung program tersebut melalui penguatan literasi keuangan agar penerima manfaat mampu mengelola santunan secara bijak.

Sementara itu, Bank Mandiri melalui Rumah BUMN akan memberikan pendampingan usaha, edukasi transaksi digital, akses layanan keuangan, hingga pembiayaan bagi peserta.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Ady Hendratta mengatakan Program PEKA telah diikuti 299 peserta di wilayah DKI Jakarta dan akan terus diperluas agar semakin banyak ahli waris yang mampu membangun usaha mandiri.

Menurut Ady, kolaborasi dengan pemerintah daerah, OJK, Bank Mandiri, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci terciptanya ekosistem pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Grogol, Multanti, menambahkan pihaknya akan terus mendorong para ahli waris memanfaatkan Program PEKA sehingga santunan yang diterima tidak hanya habis untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi usaha yang produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"BPJS ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan terhadap risiko sosial dan ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga pekerja. Ke depan, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta sehingga manfaat jaminan sosial semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia," ujarnya

Ia juga menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol akan terus mendorong para penerima manfaat untuk berpartisipasi dalam Program PEKA dan memanfaatkan seluruh bentuk pendampingan yang tersedia, sehingga santunan yang diterima tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.