Kisah Inspiratif Aurel Raih Medali Perak di Southeast Asian Karate Championship 2026
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 14, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Seorang Karateka muda asal Lampung, Aurel, membuktikan bahwa keterbatasan materi bukanlah penghalang untuk mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri.

Baca juga: Atlet SUP PODSI Lampung Sabet Tiga Medali pada Jakarta Open 2026

Tanpa sokongan dana dari instansi resmi, Aurel nekat berangkat ke Vietnam menggunakan jalur mandiri dengan biaya pribadi. 

Hasilnya, ia sukses membawa pulang medali perak dari ajang bergengsi Southeast Asian Karate Championship 2026.

Prestasi yang diraih Aurel ini tidak datang tiba-tiba, melainkan lahir dari kerja keras, cucuran keringat di ruang latihan, serta pengorbanan besar dari keluarga dan pelatih perguruannya yang menjadi penyokong dana utama.

Bertanding di Vietnam, Aurel tampil spartan saat berhadapan dengan karateka-karateka tangguh utusan negara lain di Asia Tenggara.

Langkah Aurel menuju podium juara dilewati dengan laga-laga yang tensinya tinggi.

"Pertama lawan Filipina, kedua lawan Tuan Rumah (Vietnam), dan yang terakhir di babak final lawan Tuan Rumah juga," ungkap Aurel, Selasa (14/7/2026)

Meskipun berangkat dengan keterbatasan operasional, Aurel mengaku bangga selama bertanding di Vietnam.

Terlebih, aksi dan perjuangannya mendapat perhatian langsung oleh pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung.

Bagi atlet muda ini, medali perak se-ASEAN ini diharapkan bisa menjadi batu loncatan untuk meniti masa depan karier yang lebih cerah.

Kepulangan Aurel dari Vietnam pun disambut langsung oleh Kabid Binpres KONI Lampung, Yopi Hutomo Bhakti di Bandara Radin Inten II, pada Senin (13/7/2026).

Kini, KONI Lampung memastikan nama Aurel masuk dalam database atlet potensial yang dipantau khusus untuk jangka panjang, termasuk dipersiapkan menuju kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga PON 2028 mendatang.

Lebih dari itu, fenomena Aurel mendorong KONI Lampung untuk melakukan reformasi total pada sistem seleksi atlet di bawah Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Pengprov FORKI) Lampung.

Pada penerapan sistem lama, KONI hanya pasif menerima data nama atlet yang diajukan oleh pihak Pengprov FORKI Lampung.

Di sistem baru nantinya, KONI akan bergerak aktif menginventarisir dan menjemput bola atlet-atlet terbaik langsung dari setiap perguruan karate yang ada.

Nantinya, setiap perguruan bisa mengirimkan atlet terbaiknya untuk diseleksi di tingkat KONI Provinsi, sementara untuk urusan seleksi teknik tetap diserahkan kepada pihak Pengprov.

"Artinya sistem seleksi nanti kita ubah. Kita harapkan data objektif yang kita dapatkan, atlet memang memiliki potensi dan kemampuan untuk bisa membawa nama harum di kancah nasional maupun internasional," tegas Yopi.

Apresiasi tinggi dan rasa terima kasih mendalam pun dialamatkan KONI Lampung kepada orang tua Aurel serta para pelatih di perguruannya. 

Dedikasi mereka yang gigih mendorong sang atlet untuk tetap berprestasi di level internasional meski di tengah keterbatasan operasional. 

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.