Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dipastikan tetap ambil bagian dalam aksi menari bersama (flashmob) untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan tersebut akan digelar di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo pada Rabu (15/7/2026) sebagai salah satu rangkaian prosesi hari jadi daerah.
Meski sejumlah agenda peringatan HUT ke-80 Kabupaten Sukoharjo mengalami penyederhanaan, pelaksanaan flashmob tetap berjalan sesuai jadwal.
Baca juga: Sekda Sukoharjo Ungkap Momen Dampingi Penyidik KPK Saat Geledah Kantor Bupati
Perubahan hanya dilakukan pada keterlibatan tamu undangan kehormatan atau VIP yang sebelumnya direncanakan ikut menari bersama peserta.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo, Suyamto, mengatakan seluruh rangkaian flashmob tetap dilaksanakan, namun tamu VIP tidak lagi dilibatkan sebagai peserta.
"Flashmob tetap berjalan, hanya diubah. Tamu VIP tidak jadi ikut menari. Jadi mereka hanya menyaksikan," kata Suyamto, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, penyesuaian tersebut dilakukan karena pada hari yang sama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dijadwalkan menghadiri pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Baca juga: HUT ke-80 Sukoharjo Tetap Digelar, Pemkab Sederhanakan Kirab Pataka Disesuaikan Kondisi Terkini
Menurut Suyamto, Gubernur Jawa Tengah direncanakan bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan TMMD sehingga tamu-tamu VIP yang hadir dalam prosesi Hari Jadi Sukoharjo harus menyesuaikan agenda.
"Pada hari yang sama Pak Gubernur rencananya akan menjadi inspektur upacara pembukaan TMMD di Parangjoro. Karena itu nanti tamu VIP akan bergeser ke Parangjoro," ujarnya.
Kendati demikian, rangkaian kegiatan di Alun-alun Satya Negara tetap berlangsung sebagaimana yang telah disusun panitia.
"Flashmob tetap berjalan, begitu juga gunungan tetap ada. Jadi tidak ada VIP yang ikut menari, tetapi seluruh kegiatan tetap dilaksanakan," jelasnya.
Suyamto menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari prosesi upacara Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo yang dipusatkan di Alun-alun Satya Negara.
Flashmob akan dimeriahkan dengan Tari Gambyong yang dibawakan secara massal oleh ribuan siswa dari berbagai sekolah bersama unsur masyarakat.
Penampilan tersebut diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus upaya melestarikan seni budaya Jawa di tengah perayaan hari jadi kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat tetap dilaksanakan meskipun beberapa prosesi seremonial disederhanakan.
Langkah tersebut diambil agar peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo tetap berlangsung khidmat sekaligus memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat tanpa mengurangi makna perayaan. (*)