POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Antrean kendaraan mengular panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.334.138 Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur.
Pihak SPBU Desa Padang mengonfirmasi bahwa penumpukan kendaraan yang terjadi sejak kemarin, Senin (13/7/2026) hingga hari ini Selasa (14/7/2026) disebabkan oleh keterlambatan kedatangan kapal pengangkut bahan bakar, yang kemudian berimbas pada berkurangnya kuota harian.
Kepala Pengelola SPBU 24.334.138 Desa Padang, Jumhari menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, SPBU Padang biasa menerima pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga mencapai 32 Kilo Liter (KL) per hari.
Adapun pasokan 32 KL itu nantinya akan dibagi dua, 16 KL untuk stok hari ini dan 16 KL untuk pengisian besok pagi.
Namun, akibat keterlambatan kapal, SPBU Padang tidak mendapat kiriman pada Senin (13/7/2026). Sehingga, stok yang didistribusikan pada hari tersebut merupakan sisa dari pengiriman sebelumnya sebesar 16 KL.
"Kemarin itu kami memang cuma punya pasokan 16 KL, padahal biasanya 32 KL. Itulah mengapa kondisi antrean kendaraan menjadi sangat ramai dan padat pada hari ini," ujar Jumhari kepada Posbelitung.co, Selasa (14/7/2026).
Menurut informasi yang diterima pihak SPBU dari Jobber Pertamina, keterlambatan jadwal bersandar kapal tanker menjadi faktor utama tersendatnya aliran pasokan BBM ke wilayah Belitung Timur.
"Jadi stok kemarin itu kan ada 16 KL nih. Nah harusnya ada tambahan 16 KL lagi entah siang atau sore. Masalahnya kemarin itu ga ada dikirim karena keterlambatan," ucapnya.
Akibat tidak adanya pengiriman pada Senin (13/7/2026) kemarin, pasokan yang ada di SPBU sekarang hanya 16 KL.
Jumhari menyebut pasokan tersebut baru saja tiba di pagi hari tadi.
"Hari ini baru datang 16 KL. Tapi karena kemarin itu tidak datang, ya otomatis stok untuk hari ini ya cuma 16 KL ini aja. Ini saja untuk pengiriman kedua yang harusnya datang hari ini, kami masih belum menerima," ungkapnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)