Buntut Kades Tlogosari Kabur dan Isu Pemerasan, Kejari Pati Bakal Digeruduk Massa AMPB Akhir Juli
raka f pujangga July 14, 2026 08:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, PATI — Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bakal kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Kali ini, sasaran mereka adalah Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati.

Rencana aksi unjuk rasa ini telah diumumkan oleh pentolan AMPB, Supriyono alias Botok, melalui akun Facebook pribadinya, yakni "Botok Pati".

Baca juga: "Pak Dewo, Ini Saya!" Teriak Husein eks AMPB Panjat Pagar Pengadilan Tipikor demi Sudewo Bebas

Aksi tersebut rencananya bakal digelar pada Senin (27/7/2026) mendatang dengan jumlah peserta sekira 500 orang.

Dalam poster tersebut, AMPB menyoal dua isu utama, yakni dugaan bahwa ada oknum jaksa yang kerap melakukan pemerasan terhadap keluarga terdakwa.

Selain itu, AMPB juga mempersoalkan kaburnya Kades Tlogosari Kecamatan Tlogowungu, Ali Rohmat, setelah dia ditetapkan sebagai tersangka korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati, R. Hari Wibowo, memberikan respons santai terkait adanya kabar bahwa institusi yang dipimpinnya akan menjadi sasaran aksi demonstrasi.

Hari menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. 

Oleh karena itu, pihaknya sama sekali tidak mempermasalahkan rencana aksi tersebut.

"Itu kan hak warga negara untuk menunjukkan pendapatnya. Monggo aja, silakan," kata Hari, Selasa (14/7/2026).

Ia juga menekankan mengenai komitmen kerja Kejaksaan Negeri Pati di bawah kepemimpinannya saat ini. 

Hari menyebutkan bahwa dirinya lebih berfokus pada langkah-langkah preventif.

"Seperti tadi saya sampaikan, komitmen saya pencegahan, bukan penindakan," tuturnya.

Meski mempersilakan masyarakat untuk berdemo, Hari memberikan catatan penting agar aksi tersebut berjalan dengan tertib, aman, serta memiliki dasar yang jelas. 

Dia mengimbau agar massa aksi tidak melayangkan tuduhan-tuduhan sepihak kepada pihak kejaksaan jika tidak disertai dengan bukti yang valid.

"Demo silakan, asal aman. Monggo silakan. Saya enggak ada masalah kok. Tapi asalkan bertanggung jawab. Jangan menuduh bahwa kami begini, begitu, tapi tanpa bukti," tegas Hari.

Lebih lanjut, Hari juga menyayangkan adanya oknum yang bertindak tidak profesional saat berurusan dengan pihak kejaksaan. 

Baca juga: Prihatin Ada Warga Pati Bela Sudewo, Teguh AMPB: Semangat Rakyat Itu Membasmi Bukan Membela Koruptor

Ia menceritakan pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya baru-baru ini, di mana ada pihak yang mengaku dari media namun menunjukkan perilaku yang tidak beretika dan langsung menghakimi tanpa dasar.

Hari mengungkapkan oknum tersebut bahkan berani melakukan tindakan konfrontatif seperti menunjuk wajah dan menggebrak meja kerjanya. 

Hari mempertanyakan apakah tindakan semacam itu mencerminkan perilaku media yang sesungguhnya. (mzk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.