TRIBUNJATENG.COM - Banjir rob merendam 36 rumah di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026).
Kabar buruknya, gelombang pasang akan kembali terjadi dalam beberapa hari kedepan.
Fenomena gelombang pasang laut yang melanda pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah menyebabkan genangan air kembali meninggi dan merendam puluhan rumah warga.
Rob yang sempat berangsur surut pada awal Juli kini kembali mengepung kawasan permukiman.
Baca juga: ESDM Jateng Panggil Pakuwon Mall Semarang : Minta Detailkan Tapak Lokasi Proyek
Baca juga: Remaja 24 Tahun Asal Pati Dihajar Warga Jepara Usai Kedapatan Mencuri Motor
Kondisi tersebut memperpanjang dampak yang telah dirasakan warga sejak pertengahan Mei 2026, ketika air laut mulai menggenangi permukiman dan area tambak.
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi mengatakan, banjir rob mulai kembali naik sejak Selasa pagi.
Hingga siang hari, sedikitnya 36 rumah di RT 5 kembali terendam dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter.
"Nggeh, pagi tadi rob pasang naik lagi. Siang ini 36 rumah kena lagi," ujar Setyo saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut dia, ketinggian air kali ini masih lebih rendah dibandingkan puncak banjir rob yang terjadi pada akhir Juni lalu.
Meski demikian, warga diminta tetap waspada karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang pasang akan kembali mencapai puncaknya pada Kamis hingga Jumat pekan ini.
"Lebih rendah. Tapi Kamis-Jumat prediksi BMKG ada kenaikan air pasang," katanya.
Di tengah ancaman rob yang kembali meningkat, upaya penanganan melalui pembangunan tanggul dinilai belum sepenuhnya mampu melindungi permukiman warga.
Setyo menjelaskan, tanggul yang dibangun Pemerintah Kabupaten Pati baru rampung sepanjang 75 meter.
Sementara pembangunan tanggul kedua sepanjang 90 meter masih dalam tahap pemasangan pancang.
Adapun penanganan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah baru memasuki tahap persiapan material.
Dampak banjir rob Rencananya, pemasangan pancang untuk tanggul sepanjang 450 meter akan dimulai pada Kamis.
"Tanggul pertama dari pemkab sudah selesai 75 meter. Tanggul kedua sepanjang 90 meter masih proses pancang.
Penanganan dari pemprov baru persiapan material. Hari Kamis rencana pemasangan pancang sepanjang 450 meter," jelasnya.
Setyo mengaku khawatir apabila tinggi muka air kembali meningkat seperti yang terjadi beberapa pekan lalu.
Selain mengancam permukiman, banjir rob juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari usaha perikanan tambak.
Ia menambahkan, petani tambak budi daya ikan nila salin menjadi kelompok yang paling terdampak karena tidak dapat menjalankan aktivitas budidaya saat kawasan tambak terendam air laut.
"Khawatir kalau naik lagi. Warga tidak bisa bekerja sebagai petani tambak budi daya ikan nila salin," pungkasnya. (*)
Sumber: kompas.com