SPMB 2026 : SDN 1 Gebang Sragen Hanya Dapat Satu Siswa Baru, Guru Hadapi Tantangan Mengajar
Putradi Pamungkas July 14, 2026 10:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – SDN 1 Gebang, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah hanya menerima satu siswa baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kondisi ini terjadi karena sebagian besar lulusan taman kanak-kanak (TK) di wilayah zonasi memilih bersekolah di SD lain yang lokasinya lebih dekat dengan rumah.

Kepala SDN 1 Gebang, Listyorini, mengatakan di wilayah zonasi sekolahnya terdapat lima anak TK yang lulus tahun ini. Namun, hanya satu anak yang akhirnya mendaftar di SDN 1 Gebang.

"Kelas 1 cuma 1 mengingat lingkungan TK hanya 5 anak namun kebanyakan masuk ke lingkungan sd lainnya, ada lulusan tk yang rumahnya dekat sekolahnya," kata Listyorini, Selasa (14/7/2026).

SEPI SISWA - Guru kelas 1 SDN 1 Gebang, Wahyu Widayanti
SEPI SISWA - Guru kelas 1 SDN 1 Gebang, Wahyu Widayanti saat mengajar Ruslan murid baru di SDN 1 Gebang, Selasa (14/7/2026). SDN 1 Gebang, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, hanya menerima satu siswa baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Jumlah Siswa Terus Menurun

Listyorini mengungkapkan, minimnya jumlah siswa baru bukan kali pertama terjadi.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah peserta didik di SDN 1 Gebang memang terus sedikit.

Saat ini, jumlah siswa kelas 2 hanya lima anak.

Sementara kelas 3 dan kelas 4 masing-masing berisi enam siswa, kelas 5 berjumlah tujuh siswa, dan kelas 6 sebanyak 10 siswa.

Meski demikian, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap berlangsung seperti biasa dengan melibatkan seluruh siswa.

"Saat ini, kami melakukan MPLS dengan melibatkan semua siswa untuk mengenalkan kelas, wali kelas hingga ruang kelas mereka," kata dia.

Baca juga: SPMB 2026 Selesai, SMA/SMK Negeri di Solo dan Sukoharjo Sisakan 155 Kursi Kosong

Guru Lebih Fokus Mengajas

Menurut Listyorini, jumlah siswa yang jauh di bawah ketentuan rombongan belajar sebanyak 28 orang justru membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

Dengan jumlah murid yang sedikit, guru dapat memberikan perhatian lebih kepada setiap siswa.

"Sebenarnya efektif, guru-guru bisa lebih fokus mengajarkan murid-muridnya karena sedikit," ucap dia.

Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri.

Guru kelas 1 SDN 1 Gebang, Wahyu Widayanti, mengaku siap mengajar meski hanya memiliki satu siswa di kelasnya tahun ini.

Ia mengatakan tantangan terbesar muncul saat kegiatan belajar yang mengharuskan siswa bekerja dalam kelompok.

"Sebelumnya saya mengajar di kelas 4, dan tahun ini kelas 1, nanti kita coba berhadapan dengan saya, kesulitan apabila ada tugas yang harus berkelompok, karena saya hanya ngajar 1 siswa saja, namun kita lihat nanti," kata dia.

Baca juga: SPMB 2026 Berakhir, SDN 3 Blumbang Karanganyar Nihil Murid Baru

Satu-satunya Murid Baru Pilih Sekolah karena Dekat Rumah

Satu-satunya murid baru SDN 1 Gebang tahun ajaran ini bernama Ruslan.

Ia mengaku memilih bersekolah di SDN 1 Gebang karena lokasi rumahnya tidak jauh dari sekolah.

Setiap hari, Ruslan berangkat ke sekolah dengan diantar ibunya menggunakan sepeda motor.

Pada hari pertama sekolah, ia mengikuti kegiatan permainan dalam rangka MPLS.

"Rumah saya gak jauh dari sini, ke sekolah naik sepeda motor diantar ibu, tadi belajar permainan, kalau sekolah sendiri gak papa," kata dia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.