WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Bagi aktris berbakat Davina Karamoy, menyesali masa lalu adalah hal yang sia-sia.
Di tengah tuntutan peran yang mengharuskannya bergulat dengan konsep 'mengulang waktu', Davina justru menegaskan sikapnya yang sangat teguh untuk berdamai dengan sejarah hidupnya sendiri.
Pemeran karakter Dinar dalam film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali ini mengaku sebagai pribadi yang sangat cuek terhadap penyesalan.
Baca juga: Curhat Sampai Menangis Didepan Ibu, Davina Karamoy Ungkap Kisah Cinta Masa Lalunya saat Patah Hati
Ia menolak untuk terjebak dalam jebakan 'seandainya', karena percaya bahwa setiap luka maupun tawa di masa lalu adalah arsitek utama yang membentuk sosoknya hari ini.
"Seandainya terjadi hal terburuk di hidup aku, aku bukan orang yang menyalahkan masa lalu atau menyalahkan diriku. Aku merasa itu memang sudah takdirnya terjadi seperti itu," ujar Davina saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
Sikap legowo ini sempat membuatnya merasa gemas saat mendalami karakter Dinar.
Berbeda dengan sosok Dinar yang cenderung lemah dan terjebak dalam kesedihan masa lalu, Davina justru memiliki prinsip hidup yang jauh lebih tangguh.
"Pas baca naskah, aku sampai geregetan. Aku kayak, 'Lemas banget nih cewek, kenapa sih harus kayak gini?' Tapi akhirnya aku belajar memahami perjalanan emosionalnya, di mana Dinar pun akhirnya belajar menerima kenyataan," ungkapnya sambil tertawa.
Davina menegaskan, jika diberi kesempatan ajaib untuk kembali ke masa lalu, ia justru akan menolaknya.
Baginya, setiap detik yang telah berlalu—baik atau buruk—adalah bagian dari rencana besar yang baru bisa dipahami hikmahnya di masa depan.
"Aku nggak mau mengulang waktu. Karena aku merasa apa pun yang terjadi, pasti ada alasannya. Aku berada di sini sekarang juga karena ada cerita buruk atau baik di masa lalu aku yang sudah menempa aku," tegasnya.
Prinsip Davina ini menjadi pengingat yang kuat di tengah budaya masyarakat yang sering kali terjebak dalam penyesalan.
Bahwa alih-alih mencoba mengubah sejarah, menerima takdir dengan kepala tegak adalah cara paling dewasa untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik.