SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi terpilih menjadi perwakilan Paskibraka Nasional dari Provinsi Sumatera Selatan untuk tahun 2026.
Ikhsan merupakan pelajar SMAN 17 Palembang, sementara Zahira adalah siswi MAN 1 Lubuklinggau.
Keduanya telah menjalani proses seleksi yang cukup panjang dan ketat, yang berlangsung selama sekitar 2 hingga 3 bulan.
Seleksi dimulai dari tingkat kota pada bulan Februari.
Proses ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari tes kesehatan, administrasi, hingga tes wawancara.
Baca juga: Inilah Pesan Herman Deru kepada 2 Paskibraka Asal Sumsel yang Ikut Kibarkan Bendera di Istana Negara
"Di Palembang, proses administrasi awal diikuti oleh sekitar 800 orang sebelum akhirnya disaring melalui sistem gugur," kata Ikhsan, yang bersama Khalyana hadir sebagai bintang tamu podcast Tamu Sripo di Graha Tribun Palembang belum lama ini.
Selain tes fisik, menurut Ikhsan, juga terdapat tahapan TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) dan TIU (Tes Inteligensi Umum).
Persiapan pada tes ini sangat penting karena menggunakan sistem gugur dengan ambang batas nilai tertentu.
"Usaha kami hingga ke tingkat nasional tidak lepas dari kerja keras, latihan fisik yang rutin, serta doa restu orang tua," kata Ikhsan.
Untuk bisa seperti sekarang, Ikhsan mengaku menerapkan rutinitas yang sangat disiplin untuk menjaga kondisi tubuhnya.
Ia sudah bangun dari tidur pukul 04.00 untuk beribadah dan melakukan lari pagi agar fisik tetap bugar.
Setelah sekolah yang berakhir sore hari, ia mengikuti bimbingan belajar jasmani untuk melatih ketahanan fisik.
Di malam hari, setelah Isya hingga pukul 22.00, ia meluangkan waktu khusus untuk belajar tanpa terdistraksi oleh ponsel agar tetap fokus.
Keberhasilan Ikhsan tidak lepas dari dukungan orang tua.
Baca juga: Kisah Dinda Anak Petani Asal Musi Rawas Lolos Paskibraka Sumsel 2026, Bercita-cita Masuk IPDN
Ia bahkan merasa sangat terharu hingga menangis, bukan karena keberhasilannya sendiri, melainkan karena melihat orang tuanya merasa sangat bangga kepadanya.
"Ke depan, saya ingin menjadi Taruna Akpol mengikuti jejak ayah. Paskibraka menjadi bagian dari langkah awal untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam mengejar karier sebagai abdi negara," katanya.
Tidak berbeda jauh dengan Ikhsan, Khalyana juga sudah melewati proses panjang yang dimulai sejak bulan Februari.
Ia memulai langkahnya dengan proses seleksi di tingkat kota yang berlangsung selama 2 hingga 3 bulan.
Di sana, ia harus bersaing dengan banyak kandidat lainnya melalui serangkaian tes, mulai dari administrasi, kesehatan, hingga tahap wawancara.
Sejak bangku SMP, Khalyana sudah aktif mengikuti ekstrakurikuler Paskibra karena ingin melatih disiplin dan tanggung jawab.
Kesehariannya diisi dengan disiplin ketat, termasuk latihan fisik pribadi seperti lari, _push up_, dan _sit up_ setelah pulang sekolah.
Setelah latihan fisik, ia masih harus melanjutkan kegiatan belajar di bimbingan belajar hingga pukul 21.00.
"Bagi saya, hal terpenting itu adalah menjaga kesehatan fisik dan mental, serta disiplin dalam belajar untuk menghadapi tes wawasan kebangsaan dan tes inteligensi umum," katanya.
Salah satu dorongan terbesar Khalyana adalah keinginannya untuk menjadi abdi negara pertama di keluarganya.
Ia ingin membuktikan kemampuannya dan memberikan kebanggaan bagi orang tua.
"Apa yang saya capai ini tidak lepas dari doa orang tua dan ibadah. Saya selalu diingatkan untuk tetap rendah hati dan tidak meninggalkan salat selama menjalani proses seleksi maupun karantina nanti," katanya.