DPR Prihatin Teror Bom saat MPLS SD, Lalu Hadrian: Sekolah Harus Jadi Tempat Paling Aman
Facundo Chrysnha Pradipha July 15, 2026 02:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ancaman dugaan teror bom yang terjadi pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menuai perhatian DPR RI. 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik, khususnya siswa baru yang tengah beradaptasi.

Lalu menyampaikan keprihatinannya atas adanya ancaman keamanan yang muncul di tengah pelaksanaan MPLS. 

Menurutnya, sejak awal DPR bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mendorong agar kegiatan pengenalan sekolah berlangsung tanpa praktik kekerasan maupun perpeloncoan.

"Ya, pertama tentu kami prihatin terkait dengan ancaman yang terjadi di pelaksanaan MPLS. Nah, kami sebenarnya dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu sudah diskusi berkali-kali agar MPLS ini tidak terjadi pembullyan, tidak terjadi kembali kekerasan, tidak terjadi perpeloncoan," kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Politikus PKB itu menegaskan bahwa MPLS semestinya menjadi momentum bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah secara menyenangkan. 

Menurutnya, kegiatan orientasi harus berorientasi pada pengenalan fasilitas sekolah serta membangun rasa nyaman bagi peserta didik.

"MPLS kami arahkan untuk hal-hal yang positif, artinya memperkenalkan sekolah, kemudian terkait dengan sarana dan prasarana sekolah, fasilitas dan sebagainya," ucapnya.

Lalu juga mengingatkan bahwa pelaksanaan MPLS telah memiliki pedoman yang jelas sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2026. Regulasi tersebut, kata dia, menekankan pentingnya kegiatan orientasi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

"Nah ini yang kita perlu sampaikan, oleh sebab itu Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2026 menyatakan jelas bahwa MPLS itu tujuannya adalah untuk hal-hal yang positif, untuk lebih adaptif, lebih inklusif, dan tentunya memperkenalkan bagaimana sekolah itu sebagai sarana untuk mempersiapkan generasi unggul masa depan," ucapnya.

Baca juga: Menteri PPPA Kecam Ancaman Bom di SDN Srengseng: Langgar Hak Anak

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror memastikan ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme.

"Dan disimpulkan bahwa peristiwa tersebut belum memenuhi unsur sebagai tindak pidana terorisme," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, Selasa (14/7/2026).

Mayndra mengatakan hal itu bisa dipastikan setelah pihaknya turut melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut secara komprehensif.

"Densus 88 Antiteror Polri langsung melakukan pendalaman secara komprehensif terhadap kasus di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, meliputi aspek motif, pendanaan, maupun kemungkinan adanya koneksi dengan jaringan terorisme," tuturnya. 

Untuk informasi, pesan ancaman teror bom membuat kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarta, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026) dihentikan sementara.

Pesan tersebut diketahui dikirim ke pegawai Tata Usaha (TU) sekolah tersebut melalui WhatsApp yang berisi:

"SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!," tulis pesan tersebut.

Namun, setelah diperiksa oleh tim Gegana Polda Metro Jaya, dipastikan tidak ditemukan bom di sekolah tersebut.

Belakangan, pengirim pesan berinisial MY (34) tersebut berhasil ditangkap oleh polisi. Pelaku ditangkap di kediamannya yang tidak jauh dari sekolah itu.

Dari video yang diterima tampak MY pelaku pengirim pesan teror bom hanya mengenakan kaos kutang warna putih dan celana panjang abu-abu.

Saat itu anggota kepolisian meminta pelaku menunjukkan pesan yang telah dikirimkan ke guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

Kepada pihak kepolisian, pelaku kemudian memperlihatkan ponsel yang digunakan untuk aksi teror.

Setelah menunjukkan bukti, MY langsung digelandang ke Polres Metro Jakarta Selatan guna pemeriksaan intensif.

Motif Sementara Iseng

Proses masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hari pertama SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan terganggu karena pesan teror bom. 

Pelaku inisial MY (34) yang telah ditangkap dan diperiksa polisi mengaku melakukan perbuatannya hanya karena iseng.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Selatan.

"Pelaku yang melakukan ancaman teror kepada guru dan saksi yang ada di sekolah sudah kami lakukan penangkapan dan kami amankan di Polres Metro Jakarta Selatan," kata Iman di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengaku tidak memiliki motif lain selain iseng. 

Meski demikian, penyidik belum sepenuhnya mempercayai pengakuan tersebut.

"Untuk motif dari pelaku, sementara hasil permintaan keterangan yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja, namun kami tidak percaya begitu saja, kami masih melakukan pendalaman, termasuk background pelaku," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.