TRIBUNNEWS.COM – Afirmasi negara melalui kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua dinilai masih membutuhkan evaluasi, agar tujuan pemerataan kesejahteraan benar-benar tercapai.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRK Mimika Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Alfian Akbar Balyanan, dalam diskusi dan peluncuran bukunya berjudul 'Menuju Timika yang Menyala' di Timika, Papua Tengah.
Alfian menyebut bahwa Papua dewasa ini berada di persimpangan jalan. Negara memberikan afirmasi melalui Otonomi Khusus Papua, namun di sisi lain sudah lebih dari dua dekade berbagai persoalan struktural masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama.
“Papua hari ini berada di persimpangan jalan. Negara telah memberikan landasan melalui Otonomi Khusus sebagai instrumen afirmasi dan pemberdayaan. Namun, setelah lebih dari dua dekade, kita masih melihat berbagai persoalan struktural yang harus diselesaikan bersama,” kata Alfian, dikutip Selasa (14/7/2026).
Lewat buku 'Menuju Timika yang Menyala' Alfian mengulas enam isu strategis yang dinilai berpengaruh terhadap pembangunan daerah, yakni politik hukum Otonomi Khusus, reformasi birokrasi, pelayanan bantuan hukum, konsolidasi demokrasi, penyelesaian sengketa wilayah, serta strategi pemekaran daerah.
Ia mengatakan buku tersebut merupakan kumpulan gagasan yang telah ia tulis sejak tahun 2018 dan kemudian disusun menjadi karya utuh mengenai pembangunan Papua.
Buku ini berisi pembacaan terhadap berbagai persoalan pembangunan di Papua, mulai dari ketimpangan pembangunan, tantangan ekonomi makro, hingga persoalan kemanusiaan.
“Awalnya ini adalah tulisan-tulisan lama yang saya buat sejak sekitar tahun 2018. Setelah saya kumpulkan, ternyata cukup layak untuk dibukukan menjadi gagasan yang utuh," katanya.
Selain menjadi kajian akademis, pembuatan bukunya tersebut juga ditujukan sebagai referensi bagi pengambil kebijakan, birokrat, dan masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan Papua, khususnya Kabupaten Mimika.
Di sisi lain, Alfian berharap buku itu dapat membangkitkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah dan tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan ekonomi maupun politik di Papua.
Baca juga: Wamendagri Ribka Dorong Reformasi Tata Kelola Dana Otsus Papua Lewat Strategi 5T
“Menuju Timika yang Menyala bukan sekadar judul buku. Ini adalah ajakan untuk menghidupkan kembali semangat yang menyala-nyala dalam membangun daerah," katanya.
Melalui peluncuran buku tersebut, Alfian berharap terbangun kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan kalangan pemuda dalam menyusun arah pembangunan Mimika yang inklusif, dan berkeadilan.
"Dari Mimika, kita ingin menunjukkan bahwa Papua siap berkarya dan memberi kontribusi nyata bagi Indonesia,” pungkasnya.
Adapun dalam diskusi peuncuran buku ini, turut hadir Anggota DPRK Mimika Jalur Otsus Dominggus Kapiyau dan akademisi Habelino Seradora Sawaki sebagai narasumber.
Acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika Yohanis Michael Yanwarin, perwakilan Forkopimda, organisasi kepemudaan Cipayung, hingga pimpinan KNPI.