BANGKAPOS.COM - Spanyol meraih tiket Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis 2-0 pada laga semifinal di Stadion AT&T, Dallas, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Satu gol kemenangan Spanyol disumbangkan Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 babak pertama melalui titik penalti.
Sedangkan satu gol lainnya dicetak Pedro Porro pada menit ke-58 awal babak kedua.
Baca juga: Prancis Skuad Termahal Sejagat Akhirnya Tumbang Jelang Final Piala Dunia 2026
Di final, Spanyol akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya antara Argentina versus Inggris yang baru akan bertanding pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Spanyol sudah 17 kali tampil di Piala Dunia sejak 1934.
Tim berjuluk La Roja ini memiliki rekor impresif dengan selalu lolos kualifikasi dalam 13 edisi berturut-turut hingga sekarang.
Prestasi tertinggi Spanyol diraih pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, di mana mereka keluar sebagai Juara Dunia untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Belanda 1-0.
Prancis dan Spanyol berada di puncak daftar peluang lolos ke final dan merengkuh juara Piala Dunia 2026.
Melansir ESPN, Prancis, yang mengamankan tempat semifinal pertama pada hari Kamis dengan kemenangan atas Maroko, telah mengambil alih kendali sebagai favorit utama, dengan peluang naik menjadi +150 dari +500 di awal turnamen.
Sementara itu, Spanyol telah meningkatkan peluang mereka menjadi +310 dari +450 di awal turnamen.
Negara lainnya, Inggris memiliki peluang +340 untuk memenangkan laga semifinal.
Sedangkan lawan semifinal mereka, Argentina, memiliki peluang +360 menjelang pertandingan hari Rabu.
Supercomputer Opta menempatkan Prancis menjadi kandidat terkuat untuk keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.
Supercomputer Opta adalah mesin kecerdasan buatan berbasis statistik dari Opta Analyst (milik Stats Perform) yang mensimulasikan ribuan pertandingan olahraga.
Menggunakan data historis, kekuatan skuad, dan indikator seperti expected goals (xG), supercomputer ini memprediksi peluang juara hingga persentase klasemen akhir liga secara real-time.
Menurut Supercomputer Opta, Les Bleus menjadi tim dengan probabilitas juara tertinggi dengan 34,05 persen.
Peluang besar itu tak lepas dari performa impresif Prancis sepanjang turnamen.
Tim asuhan Didier Deschamps itu juga diprediksi memiliki peluang 57,70 persen untuk mengalahkan Spanyol dan melaju ke partai final.
Di posisi kedua ada Spanyol. La Furia Roja memiliki peluang 42,30 persen untuk mencapai final dan 23,45 persen untuk menjadi juara dunia.
Sementara itu, Inggris berada di peringkat ketiga dalam prediksi juara.
The Three Lions memiliki peluang 50,94 persen untuk menembus final usai menghadapi Argentina di semifinal, sedangkan peluang mengangkat trofi berada di angka 21,94 persen.
Juara bertahan Argentina justru berada di posisi terakhir di antara empat semifinalis.
Tim yang dipimpin Lionel Messi itu diperkirakan memiliki peluang 49,06 persen untuk lolos ke final dan 20,55 persen untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Kapten tim sepak bola RSUD Depati Bahrin Bangka, Lariki dalam Podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal mengatakan laga Prancis vs Spanyol bagaikan laga final yang terlalu cepat.
"Terlalu cepat buat bertemu Spanyol dan Perancis, karena kedua tim ini sangat kuat. Untuk komposisi pemainnya ada yang muda-muda, seperti Lamine Yamal, Ferran Torres, Mbappe, Olise," ujar Lariki saat membahas preview duel Prancis vs Spanyol di Studio Bangka Pos, Selasa (14/7/2026).
Lariki menyoroti catatan impresif Spanyol yang baru kebobolan satu gol di sepanjang ajang Piala Dunia 2026 hingga perempat final.
Gawang La Furia Roja hanya kebobolan oleh pemain Belgia, Charles De Ketelaere, saat Spanyol menang 2-1 pada laga perempat final.
Sebelum momen tersebut, kiper Unai Simon mencatatkan rekor clean sheet di lima pertandingan sebelumnya.
Namun kokohnya lini pertahanan Spanyol diuji saat menghadapi lini serang Prancis yang menjelma menjadi barisan depan paling produktif dan menakutkan di Piala Dunia 2026.
Pertandingan Spanyol vs Prancis di Stadion AT&T, Dallas Amerika Serikat, berlangsung ketat sejak menit awal.
Prancis sempat memberikan tekanan lebih dulu lewat pressing agresif, namun Spanyol perlahan mengambil alih penguasaan bola.
Meski demikian, rapatnya lini belakang Prancis membuat tim asuhan Luis de la Fuente kesulitan menciptakan peluang bersih.
Peluang pertama Spanyol datang melalui situasi bola mati setelah Adrien Rabiot menerima kartu kuning pada menit kesembilan karena melanggar Dani Olmo di depan kotak penalti.
Namun, tendangan bebas Alex Baena belum mampu membahayakan gawang Mike Maignan.
Prancis beberapa kali mengandalkan kecepatan Kylian Mbappe dan Michael Olise saat melakukan serangan balik.
Pada menit ke-16, Mbappe sempat lolos dari kawalan, tetapi Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte berhasil melakukan penyelamatan penting.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-22.
Wasit menunjuk titik putih setelah Lucas Digne dianggap melanggar Lamine Yamal di dalam kotak penalti.
Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna lewat tendangan kaki kiri yang mengarah ke pojok kanan atas gawang untuk membawa Spanyol unggul 1-0.
Setelah tertinggal, Prancis berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun, Les Bleus justru mendapat kabar buruk ketika William Saliba terlihat mengalami masalah pada punggungnya pada menit ke-29.
Menjelang akhir babak pertama, Spanyol hampir menggandakan keunggulan.
Kesalahan distribusi bola Maignan berhasil dimanfaatkan Dani Olmo dan Lamine Yamal untuk membangun serangan cepat.
Fabian Ruiz mendapat peluang emas di depan gawang, tetapi Dayot Upamecano melakukan tekel krusial yang menggagalkan peluang tersebut.
Skor 1-0 untuk keunggulan Spanyol bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Memasuki babak kedua, Prancis berusaha tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan.
Namun, pertahanan disiplin Spanyol kembali mampu meredam setiap ancaman yang dibangun Kylian Mbappe dan kolega.
Les Bleus sempat mencoba menekan melalui serangan langsung ke lini belakang Spanyol, tetapi duet Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi tampil solid.
Sementara itu, Lamine Yamal beberapa kali mengancam lewat kecepatannya, meski satu golnya pada menit ke-61 dianulir karena offside.
Spanyol akhirnya berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-58.
Berawal dari serangan balik cepat, Dani Olmo memainkan umpan satu-dua dengan Pedro Porro, yang kemudian melepaskan tembakan mendatar ke pojok gawang tanpa mampu dihentikan Mike Maignan. Gol tersebut membawa La Furia Roja unggul 2-0.
Yamal sejatinya sempat mencetak gol pada dua menit kemudian, namun sayangnya dianulir karena offside.
Tertinggal dua gol, Prancis mencoba meningkatkan intensitas serangan.
Didier Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Hingga memasuki menit ke-70, Les Bleus bahkan belum mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Di sisi lain, Spanyol nyaris menambah keunggulan pada menit ke-79. Umpan silang Alex Baena berhasil disambut sundulan Ferran Torres, tetapi bola masih melayang tipis di sisi kiri gawang Maignan.
Drama kembali terjadi pada menit ke-81 ketika Unai Simon gagal mengantisipasi bola udara.
Beruntung bagi Spanyol, sang kiper mampu bangkit dengan cepat untuk menggagalkan peluang yang didapat pemain pengganti Prancis, Desire Doue.
Hingga peluit panjang berbunyi, Spanyol sukses mempertahankan keunggulan 2-0 atas Prancis.
Susunan Pemain
Prancis (4-2-3-1):
Mike Maignan (GK); Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne, Jules Kounde; Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot; Bradley Barcola, Michael Olise, Ousmane Dembele; Kylian Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps
Spanyol (4-2-3-1):
Unai Simon (GK); Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Pedro Porro, Marc Cucurella; Fabian Ruiz, Rodri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.
Pelatih: Luis de la Fuente
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevi/Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)