TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU masih terjadi hingga hari ini Rabu (15/7/2026).
Tiga bahan bakar Partalite, Partamax 92 hingga Solar stoknya minim bahkan banyak yang kosong di SPBU.
Apa penyebabnya?
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut masih ngotot.
Pertamina menyebut, penyebab antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat pascalibur sekolah.
Penjelasan tersebut disampaikan di tengah pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang sebelumnya menyebut antrean terjadi akibat pemberhentian massal pengemudi mobil tangki pengangkut BBM.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya memahami antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
“Kami menyadari masyarakat harus mengeluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, termasuk para pengemudi angkutan umum, pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Atas kondisi tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara yang terdampak,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Fahrougi mengatakan, dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kebutuhan BBM masyarakat yang cukup signifikan, khususnya setelah masa libur sekolah.
Menurutnya, lonjakan konsumsi tersebut membutuhkan penyesuaian kapasitas angkutan dan ritase mobil tangki agar distribusi ke SPBU kembali mengimbangi tingginya permintaan.
“Dalam beberapa hari terakhir terdapat peningkatan kebutuhan BBM masyarakat, khususnya pascalibur sekolah yang cukup signifikan. Peningkatan konsumsi tersebut membutuhkan penyesuaian kapasitas angkutan dan ritase mobil tangki agar distribusi ke SPBU dapat kembali mengimbangi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia memastikan ketersediaan BBM di Fuel Terminal (FT), khususnya Medan Group, berada dalam kondisi terjaga.
Menurutnya, fokus Pertamina saat ini adalah mempercepat pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU agar pasokan diterima masyarakat secara lebih merata dan antrean berangsur berkurang.
Sebagai upaya percepatan distribusi, Pertamina mengoperasikan Fuel Terminal Medan selama 24 jam penuh.
Perusahaan juga menambah 20 unit mobil tangki, menerapkan skema spot charter, serta menambah personel dengan dukungan awak mobil tangki dari terminal terdekat maupun wilayah regional lainnya.
Selain itu, Pertamina melakukan alih suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Pematangsiantar, dan Lhokseumawe untuk membantu penyaluran BBM ke berbagai wilayah di Sumatera Utara. Dukungan personel dari Bekang TNI juga dilibatkan dalam upaya mempercepat distribusi.
“Tim kami juga melakukan pemantauan secara langsung dan intensif terhadap kondisi stok, antrean, serta realisasi penyaluran di setiap SPBU,” ujarnya.
Distribusi BBM, lanjut Fahrougi, diprioritaskan ke SPBU yang melayani koridor logistik, angkutan umum, dan wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di daerah lainnya.
Ia menambahkan, percepatan distribusi dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, pengelola SPBU, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami memahami masyarakat mengharapkan tindakan nyata, bukan sekadar penjelasan. Oleh karena itu, seluruh jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus bekerja di lapangan untuk menambah ritase, memperkuat armada, dan memastikan BBM sampai ke SPBU secara bertahap,” katanya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan masyarakat lain tetap memperoleh pasokan secara optimal.
“Sekali lagi kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pertamina akan terus bekerja maksimal hingga distribusi dan pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan normal,” tutup Fahrougi.
Sebelumnya Pertamina melakukan menyesuaikan harga BBM yang berlaku mulai 1 Juli 2026.
Pertalite: Rp 10.000 per liter
Biosolar: Rp 6.800 per liter
Pertamax: Rp 16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp 19.750 per liter
Dexlite: Rp 20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp 21.650 per liter
Antrean panjang hampir terjadi hampir di seluruh Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Umum (SPBU) Sumut.
Menanggapi kondisi tersebut, Bobby Nasution, akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina mengenai apa kendalanya.
Jika kendalanya karena BBM yang langka, Bobby Nasution juga berupaya akan membantu percepatan distribusinya.
"Habis ini kita akan koordinasi dengan pihak Pertamina, kendala di mana, stoknya atau distribusinya. Kalau memang kendala tersebut distribusinya bisa kita bantu dan percepat," terangnya di Pemprov Sumut, Senin (13/7/2026).
Bobby juga akan mempertanyakan jumlah stok BBM yang ada di Sumut.
"Kalau stoknya, nanti kita upayakan kita tanyakan ke Pertamina nanti akan coba kita koordinasikan lebih lanjut," jelasnya.
Terkini, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Sumut aman dan cukup.
Hanya saja, tidak ada supir yang mengantar ke Stasiun Pengisian Bahak Bakar Umum (SPBU).
Untuk itu, kata Bobby Nasution, pihaknya meminta petugas kepolisian dan TNI untuk membawa mobil tangki BBM tersebut ke SPBU yang ada di Sumut.
Dijelaskan Bobby Nasution, hal ini untuk menjawab keresahan masyarakat karena antrean yang mengular hampir di seluruh SPBU Sumut.
"Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBMnya. Tapi pengemudi yang antar BBM nya terjadi pemberhentian massal," terangnya saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).
Dikatakannya, saat ini adalah permasalahan internal antara pihak Pertamina dengan supir yang mengantat BBM ke SPBU.
"Karena ada pemberhentian massal, truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi. Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas TNI dan Polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM," jelasnya.
Hingga hari ini, kata Bobby berdasarkan informasi, Pertamina belum selesai melaksanakan perekrutan.
"Jadi TNI Polri ini untuk bisa menganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini dari TN-Polri sudah ready untuk itu," jelasnya.
Dikatakannya, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk pengantaran BBM ke SPBU.
"Jadi kami minta mulai malamini dari TNI pri sudah ready jumlah peersonel untuk kontrol pertamina sedang berkoordinasi berapa jumlah yang dibutuhkan pemerintah siap mengcover sementara," jelasnya.
Dikatakan Bobby, pihaknya tidak akan mencampuri permasalahan internal Pertamina. Hanya saja, ia tidak ingin masyarakat resah karena antrean yang mengular di seluruh SPBU Sumut.
"Tanya mereka bagaimana mereka meng hire, kami tidak ikut campur ke sana. Yang pasti jangan sampai masalah internnal menngganggu kehidupan masyarakat. Jadi saya minta tad,i hal seperti ini, tolong diinformasikan. Jangan sudah kejadian baru disibuk-sibukin,"Jelasnya.
Dikatakannya, yang membuat masyarakat panic buying adalah Pertamina itu sendiri.
"Yang buat panic buying, Pertamina. Seharusnya maslah personal sampaikan ke pemerintah daerah dan semua yang ada di sini, pasti kita backup untuk memcarikan solusinya," katanya.
Dipastikannya, pihaknya tinggal menunggu pihak Pertamina untuk pengantaran BBM ke SPBU.
"Sampai dengan hari ini, kami minta disiapkan (TNI Polri) untuk menjadi pengantar driver dan tim pengamanannya ready, kalau butuh 20 atau berapa orang kami ready," jelasnya. (Cr5/tribun-medan.com)
(cr26/cr5/tribun-medan.com)