TRIBUNNEWS.COM – Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, melontarkan pernyataan penuh percaya diri setelah membawa La Roja lolos ke final Piala Dunia 2026. Ia bahkan menyebut Spanyol sebagai tim terbaik di dunia usai menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 pada semifinal di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui titik penalti pada menit ke-22 dan Pedro Porro pada menit ke-58.
Di sisi lain, lini depan Prancis yang dikomandoi Kylian Mbappe gagal menunjukkan ketajamannya. Les Bleus memang mampu melepaskan empat tembakan tepat sasaran, tetapi tidak satu pun berhasil dikonversi menjadi gol.
Sebaliknya, Spanyol tampil jauh lebih efektif. Dari dua tembakan tepat sasaran yang mereka lepaskan sepanjang pertandingan, semuanya berbuah gol sekaligus memastikan langkah La Roja ke partai final Piala Dunia 2026.
Kemenangan Spanyol ini semakin mempertegas dari prediksi banyak pihak yang menyebut La Furia Roja menjadi salah satu tim terkuat dalam perebutan gelar di Piala Dunia 2026 ini.
"Spanyol memiliki generasi emas baru dengan pemain-pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal dan Nico Williams yang menjadi motor serangan tim," ungkap Adrian, dari Spieltag Indonesia, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Spanyol juga dianggap sebagai salah satu tim kandidat terkuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara," sambungnya.
Usai pertandingan, de la Fuente mengaku bangga dengan pencapaian anak asuhnya yang hanya tinggal selangkah lagi mengangkat trofi juara dunia.
"Sulit menggambarkan apa yang saya rasakan saat ini. Saya sangat bangga bisa melatih sekelompok pemain profesional seperti ini," ujar de la Fuente, dikutip dari Worldsoccertalk.
"Kami tinggal selangkah lagi, dan kami akan berusaha mengambil langkah terakhir itu."
Baca juga: Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC, Kasus Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 Ikut Diseret
Pelatih berusia 65 tahun itu mengatakan keberhasilan Spanyol melaju ke final tidak diraih secara instan, melainkan berkat konsistensi tim dalam mempertahankan filosofi permainan sejak awal turnamen.
Menurutnya, tekanan yang dihadapi sepanjang Piala Dunia justru membuat para pemain semakin matang.
"Saat ini ada begitu banyak ketegangan yang terkumpul. Bermain di final Piala Dunia adalah tanggung jawab yang sangat besar."
"Kami tetap setia pada ide permainan kami, dan itulah yang membawa kami sampai di sini. Saya bangga akan hal itu."
Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol memang tampil konsisten dan belum sekalipun menelan kekalahan.
Sebut Spanyol Lebih Baik dari Prancis
Pernyataan paling mencuri perhatian dari de la Fuente muncul ketika ia membandingkan kualitas timnya dengan Prancis.
Meski mengakui Les Bleus merupakan salah satu tim terbaik dunia, ia menegaskan bahwa pada laga semifinal, Prancis menghadapi tim yang menurutnya lebih baik.
"Kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia. Tetapi mereka menghadapi tim terbaik di dunia," sesumbar Fuente.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena diucapkan setelah Spanyol berhasil menyingkirkan tim peringkat pertama FIFA.
De la Fuente juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemainnya yang dinilai tampil luar biasa sepanjang turnamen.
Menurutnya, keberhasilan Spanyol mencapai final tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga semangat kolektif yang dimiliki skuad La Roja.
"Para pemain ini pantas mendapatkan segalanya. Kemurahan hati mereka, bakat mereka, semuanya luar biasa. Mereka benar-benar memberikan tontonan," kata pelatih Spanyol itu.
"Saya bangga dan sangat bahagia."
Berkat kemenangan atas Prancis, Spanyol kini tinggal menunggu pemenang semifinal lainnya yang mempertemukan juara bertahan Argentina melawan Inggris.
Final Piala Dunia 2026 akan menjadi kesempatan bagi La Roja untuk menambah koleksi gelar juara dunia mereka setelah terakhir kali mengangkat trofi pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Dengan performa impresif sepanjang turnamen dan kepercayaan diri tinggi dari sang pelatih, Spanyol kini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menutup perjalanan mereka di Amerika Utara dengan gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah.
(Tribunnews.com/Ali)