1 Pabrikan dalam Pusaran 2 Perkara di MotoGP, KTM Sekubu dan Seteru dengan Rival-rivalnya
Ardhianto Wahyu July 15, 2026 07:33 AM

JOSE JORDAN/AFP
Pembalap Red Bull KTM, Pedro Acosta di depan Alex Marquez (Gresini) pada balapan MotoGP Catalunya 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, Minggu (17/5/2026).

BOLASPORT.COM - Dua perkara yang sedang terjadi di MotoGP belum ditemukan jalan keluarnya karena absennya kata sepakat dari kelima pabrikan yang berlomba. KTM bermain dalam dua peran sekaligus.

Para pabrikan MotoGP: Ducati, Aprilia, KTM, Honda, dan Yamaha masih belum menemukan kata sepakat terhadap dua hal yang memerlukan persetujuan mutlak.

Masalah pertama berkaitan dengan rencana pengurangan ketersediaan motor di garasi dari dua unit per pembalap menjadi hanya satu untuk musim depan.

Melansir dari Motorsport.com, usulan ini diajukan oleh Aprilia dan didukung oleh Ducati.

Efisiensi menjadi alasannya kendati ada kecurigaan bahwa kedua pabrikan Italia itu telah percaya diri dengan pengembangan untuk motor spesifikasi 850cc yang baru.

Pembatasan unit motor bukan hal yang asing karena juga dilakukan di kelas Moto2 dan Moto3 serta ajang balap motor bergengsi lainnya yaitu WorldSBK.

Bedanya, untuk MotoGP tetap akan ada dua kuda besi ketika balapan untuk skenario flag-to-flag alias balapan yang memerlukan pergantian motor cepat karena perubahan kondisi aspal.

Meski begitu, dengan balapan bisa ditentukan sejak hasil sesi latihan pada hari Jumat, kecelakaan yang memerlukan perbaikan bakal menambah drama dalam persaingan.

Lebih sedikit motor juga berarti lebih sedikit data, artinya tantangan lebih besar bagi pabrikan yang tertinggal dalam persaingan.

Kelima pabrikan sempat mencapai kata mufakat, tepatnya dalam pertemuan MSMA—asosiasi pabrikan motor di MotoGP—ketika seri GP Hungaria pada awal Juni lalu.

Akan tetapi, situasi berubah pada seri berikutnya di Assen, Belanda, karena KTM yang mendadak menarik diri dari komitmen yang belum sempat disegel dengan hitam di atas putih.

Persetujuan dari semua pabrikan diperlukan sebelum gagasan ini diajukan ke Komisi Grand Prix yang turut memuat pihak federasi olahraga balap motor (FIM), asosiasi tim (IRTA), dan promotor (MotoGP Sports Entertainment Group).

KTM tidak sendirian. Tim-tim independen yang bersatu dalam IRTA kurang mendukung rencana pengurangan unit motor pada akhir pekan balapan karena tidak melihat manfaatnya.

Bagi KTM, situasi ini terlihat ironis karena pada waktu yang sama mereka memerlukan dukungan dari para pabrikan rival untuk mengatasi masalah pelik yang sedang terjadi.

Pabrikan asal Mattighofen sempat disorot karena masalah keandalan dengan kasus gagal mesin yang terjadi secara beruntun pada paruh musim pertama.

Salah satu kejadiannya menyebabkan kecelakaan besar ketika motor yang ditunggangi Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory) mendadak mati dalam balapan GP Catalunya.

KTM tidak bisa membongkar mesin dengan leluasa. Status Grup C dalam aturan konsesi membuat mereka terikat aturan penyegelan selama musim kejuaraan berjalan.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh KTM ialah meminta persetejuan dari pabrikan lainnya agar mereka bisa melakukan pembongkaran.

Yamaha pernah melakukannya pada musim 2020 karena masalah yang disebabkan perbedaan ukuran katup yang dipasok dari pihak luar.

Masalahnya, sejauh ini baru Aprilia yang memberikan izin. Upaya terakhir setelah balapan GP Jerman akhir pekan lalu tidak membuahkan hasil bagi KTM.

Berbeda dengan Yamaha yang bisa menjelaskan sumber masalahnya dengan rinci, KTM terlihat masih meraba-raba biang keladinya.

"Situasinya tidak mudah, ada yang salah dengan mesin kami," ucap Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, kepada Sky Sport Italia.

"Kami tahu bahwa masalahnya masih ada di beberapa unit, jadi kami membawa unit-unit baru untuk pencegahan."

Perlu dicatat bahwa alokasi mesin dibatasi untuk setiap musimnya.

Untuk KTM kuotanya adalah delapan unit mesin per pembalap dan kedua pembalap tim pabrikan mereka telah menggunakan enam di antaranya.

"Beberapa mesin tidak bisa kami pakai karena alasan keselamatan. Kami harus memaksimalkan jeda musim panas untuk mengerjakannya," tukas Beirer.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.