3 Daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ini Masih Mendominasi Perjalanan Wisatawan
suhendri July 15, 2026 09:50 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan tren positif pada Mei 2026.

Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnu ) dengan tujuan Bangka Belitung meningkat 11,6 persen dibandingkan April 2026. Mayoritas perjalanan masih terkonsentrasi di tiga daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, jumlah perjalanan wisnu tujuan Negeri Serumpun Sebalai mencapai 414,07 ribu perjalanan atau meningkat 11,60 persen dibandingkan April 2026 yang sebanyak 371,04 ribu perjalanan. Adapun secara tahunan meningkat 7,92 persen.

Secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju Bangka Belitung mencapai sekitar 2 juta perjalanan, meningkat 9,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 1,83 juta perjalanan.

“Peningkatan jumlah perjalanan wisatawan menunjukkan aktivitas pariwisata yang terus tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Ketua Tim Statistik Harga BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Desiana Arbani Safari, Selasa (14/7).

BPS mencatat, mayoritas perjalanan wisatawan masih terkonsentrasi di tiga daerah, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Tengah, yang secara bersama-sama menyumbang sekitar 67,57 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara tujuan Bangka Belitung.

Sejalan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan, jumlah tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya juga mengalami kenaikan meski tidak sebesar pertumbuhan kunjungan wisatawan.

Pada Mei 2026, jumlah tamu hotel tercatat 65.838 orang atau meningkat 3,83 persen dibandingkan April 2026 yang sebanyak 63.408 orang.

Dari jumlah tersebut, 64.774 orang atau sekitar 98,38 persen merupakan tamu domestik, sedangkan tamu mancanegara sebanyak 1.064 orang.

TPK hotel anjlok

Meski demikian, peningkatan jumlah tamu belum mampu mendorong tingkat hunian kamar hotel secara keseluruhan.

BPS mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bangka Belitung pada Mei 2026 turun menjadi 29,36 persen atau berkurang 1,03 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya turun lebih dalam, yakni 2,11 poin menjadi 17,62 persen.

Untuk hotel berbintang, tingkat hunian tertinggi tercatat di Kota Pangkalpinang sebesar 33,83 persen, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Bangka sebesar 24,46 persen.

Selain tingkat hunian, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di Bangka Belitung pada Mei 2026 juga masih relatif singkat, yakni 1,48 malam, turun dibandingkan April 2026 yang mencapai 1,55 malam.

Kabupaten Belitung menjadi daerah dengan rata-rata lama menginap tertinggi, yakni 1,87 malam, sedangkan Kabupaten Bangka menjadi yang terendah dengan 1,03 malam.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatra, tingkat hunian hotel berbintang di Bangka Belitung masih berada di posisi terendah kedua, yakni 29,36 persen.

Sebagai pembanding, Provinsi Jambi mencatat tingkat hunian hotel berbintang tertinggi di Sumatra sebesar 53,04 persen.

Desiana menyebutkan, data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah perjalanan wisatawan ke Bangka Belitung belum sepenuhnya diikuti peningkatan okupansi hotel.

Fenomena ini menjadi salah satu indikator yang menarik untuk melihat lebih jauh kualitas pertumbuhan sektor pariwisata di Bangka Belitung, terutama terkait pola perjalanan wisatawan, lama tinggal, hingga dampaknya terhadap industri perhotelan dan ekonomi daerah. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.