Satu Tahun SRMA 15 Magelang, Jembatan Siswa Meraih Masa Depan Cemerlang
Hari Susmayanti July 15, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 15 Magelang menjadi bukti bahwa pendidikan mampu menjadi instrumen efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Melalui penguatan karakter, peningkatan kompetensi, serta pengembangan potensi peserta didik, sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem itu terus menunjukkan berbagai capaian membanggakan sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi masa depan para siswanya.

Semangat tersebut ditunjukkan dalam kegiatan Open House 1 Tahun Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Selasa (14/7/2026), di halaman SRMA 15 Magelang, Kecamatan Tegalrejo.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Keluarga Nasional dengan mengusung tema "1 Tahun Bertumbuh, Anak Berdaya, Keluarga Bermakna, Sekolah Hebat."

Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang diwakili Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen mendukung keberadaan Sekolah Rakyat sebagai sarana menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan setara bagi seluruh anak Indonesia.

"Hari ini adalah awal dari babak baru perjalanan kalian untuk menuntut ilmu, mengukir prestasi, dan membentuk karakter. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah merupakan jembatan penting agar siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru, serta membangun pertemanan yang positif," kata Sakir.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan MPLS benar-benar menjadi ruang belajar yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik baru.

"Seluruh rangkaian MPLS harus dilaksanakan secara edukatif, kreatif, humanis, dan menyenangkan tanpa adanya praktik perundungan, kekerasan maupun senioritas," tegasnya.

Menurut Sakir, sekolah memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan.

"Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan ramah anak. Jadikan momentum MPLS untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap sekolah sejak hari pertama," ujarnya.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Inacraft 2026 Digelar di Jogja pada 15-19 Juli 2026 di JEC

Ia menambahkan, penyelenggaraan open house menjadi bentuk keterbukaan sekolah kepada masyarakat mengenai proses pendidikan yang selama ini dijalankan.

"Pendidikan tidak lagi cukup hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan di ruang kelas. Sekolah harus mampu menggali bakat, kreativitas, dan karakter setiap peserta didik sehingga mereka siap menghadapi tantangan masa depan," katanya.

Kepada para tenaga pendidik, Sakir berpesan agar terus mendampingi peserta didik dengan penuh dedikasi.

"Kepada para guru saya titipkan generasi penerus Kabupaten Magelang. Bimbinglah mereka dengan kesabaran dan kasih sayang agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing," pesannya.

Sementara itu, Kepala SRMA 15 Magelang, Anisatul Masruroh, mengatakan satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat merupakan proses membangun harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagaimana amanat Presiden Republik Indonesia.

"Selama satu tahun ini kami berupaya sungguh-sungguh mewujudkan amanah tersebut. Open House ini bukan sekadar perayaan ulang tahun sekolah, tetapi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas proses pendidikan yang kami jalankan," kata Anisatul.

Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga mempersiapkan peserta didik agar mampu mengubah masa depan keluarganya.

"Program Sekolah Rakyat dirancang bukan hanya memberikan akses pendidikan berkualitas, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta mempersiapkan peserta didik agar mampu mengubah masa depan keluarganya," ujarnya.

Selama satu tahun berjalan, berbagai prestasi mulai diraih para peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Di antaranya Juara III Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) cabang atletik nomor lari 800 meter putri tingkat Kabupaten Magelang, finalis Duta Genre Kabupaten Magelang, hingga keikutsertaan dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Festival Literasi, dan berbagai kompetisi lainnya.

Potensi siswa juga terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, English Club, futsal, bola voli, Palang Merah Remaja (PMR), seni rupa, seni tari, Paskibra, hingga kewirausahaan.

Organisasi OSIS, MPK, Pramuka, dan PMR menjadi wadah pembelajaran kepemimpinan, disiplin, serta tanggung jawab.

Dalam mendukung pembelajaran abad ke-21, SRMA 15 Magelang telah dilengkapi ruang kelas berbasis multimedia, laboratorium komputer, akses internet, hingga fasilitas asrama yang nyaman.

Setiap peserta didik memiliki tempat tidur sendiri dengan lingkungan yang bersih sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin dan kemandirian.

Sekolah juga mengembangkan Perpustakaan Arunika sebagai pusat literasi yang dilengkapi layanan Anjungan Digital dan Program Sahabat Literasi untuk meningkatkan minat baca peserta didik.

Anisatul mengatakan berbagai capaian tersebut tidak lepas dari dukungan banyak pihak.

"Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Magelang, orang tua siswa, perguruan tinggi, hingga media massa yang terus memberikan dukungan kepada Sekolah Rakyat," ungkapnya.

Ia menambahkan, sekolah juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, salah satunya Universitas Tidar dalam pendampingan gizi peserta didik, serta terus memperkenalkan berbagai aktivitas sekolah melalui media sosial dan media massa.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan bincang-bincang bertajuk "Ayah Selalu Hadir" yang menghadirkan sejumlah narasumber untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan Open House, masyarakat diajak melihat secara langsung proses pembelajaran, karya peserta didik, fasilitas pendidikan, hingga kehidupan para siswa di asrama.

"Kami berharap keterbukaan ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Program Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul," tutur Anisatul.

Memasuki tahun kedua, SRMA 15 Magelang berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter agar semakin banyak lahir generasi yang berprestasi, mandiri, serta mampu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan kesempatan yang setara bagi setiap anak.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.