Baru Dapat Lima Siswa Baru, SDN Tunggul Irang Ulu Banjar Perpanjang Pendaftaran Hingga Agustus
Irfani Rahman July 15, 2026 12:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA-  Minimnya siswa pendaftar pada tahun ajaran baru 2026/2027 tidak hanya terjadi di Kota Banjarmasin. Namun  juga dirasakan oleh SDN Tunggul Irang Ulu, Kecamatan Martapura. 

Sekolah yang memiliki gedung dua lantai dan tenaga pendidik lengkap itu baru sementara ini hanya memperoleh lima peserta didik baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara daring.

Jumlah tersebut menurun dibanding tahun lalu (2025) yang mencapai 10 siswa baru. 

Kepala SDN Tunggul Irang Ulu, Heriadi, Selasa (14/6/2026) berharap masih ada tambahan pendaftar karena Dinas Pendidikan dan Sekolah bersepakat pemperpanjang waktu penerimaan siswa.

Karena itu di SDN Tunggul Irang Ulu masih membuka kesempatan hingga 31 Agustus sebelum proses sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Baca juga: Mantapkan Pembelajaran Berbasis Digital, Disdik Banjar Telah Serahkan 566 Laptop ke Sekolah

Baca juga: Geger Penemuan Granat Nanas di Aranio Banjar, Diduga Sisa Peninggalan Perang Kemerdekaan

"Tahun ini yang terdaftar melalui online baru lima orang. Mudah-mudahan masih ada tambahan pendaftar di luar jadwal karena masih diberikan kelonggaran sampai 31 Agustus," ujar Kepsek Heriadi, Selasa (14/6/2026).

Menurut Kepsek Heriadi, minimnya jumlah siswa baru diduga dipengaruhi penerapan sistem pendaftaran online yang mengacu pada domisili.

Akibatnya, calon siswa yang berada di luar wilayah yang ditentukan tidak dapat memilih sekolah tersebut saat proses pendaftaran berlangsung.

Selain itu, persaingan dengan madrasah di sekitar lingkungan sekolah juga menjadi faktor lain.

Karena tidak sedikit orang tua memilih menyekolahkan anaknya di madrasah karena kakak mereka lebih dulu bersekolah di sana.

"Kalau kami lihat, anak usia SD di sekitar sini sebenarnya cukup banyak. Tetapi karena ada madrasah yang lokasinya dekat, banyak orang tua memilih melanjutkan anaknya ke sana," kata Kepsek Heriadi.

Padahal, kata Kepsek Heriadi, fasilitas sekolah dinilai memadai. SDN Tunggul Irang Ulu memiliki gedung permanen dua lantai yang mampu menampung hingga sekitar 200 siswa. 

Seluruh guru kelas juga tersedia sehingga proses pembelajaran tidak terkendala kekurangan tenaga pendidik.

Saat ini jumlah peserta didik dari kelas I hingga kelas VI hanya mencapai 42 orang. Tahun lalu sekolah meluluskan enam siswa, sementara penerimaan peserta didik baru baru mencapai lima orang sehingga total jumlah siswa berkurang.

Untuk menarik minat masyarakat, pihak sekolah terus melakukan berbagai upaya. 

Mulai dari membagikan brosur, mengundang orang tua ke sekolah, hingga menawarkan pendidikan tanpa pungutan biaya serta pemberian seragam gratis bagi siswa baru.

"Kami tidak memungut biaya apa pun. Bahkan seragam juga kami berikan gratis. Yang penting anak-anak mau bersekolah di sini," cerita Kepsek Heriadi.

Kepsek Heriadi berharap Dinas Pendidikan dapat memberikan solusi bagi sekolah-sekolah yang jumlah siswanya sedikit. 

Pihaknya juga mengusulkan agar sistem pendaftaran tetap memberi ruang bagi sekolah yang kekurangan murid untuk menerima pendaftaran secara langsung setelah tahapan online selesai.

"Kalau memang online tetap diterapkan, kami berharap ada kesempatan bagi sekolah yang siswanya masih minim untuk menerima pendaftaran langsung. Dengan begitu mudah-mudahan jumlah murid bisa meningkat," harapnya.

Sementara, Kadisdik Banjar, Liana Penny dan seketarinya Sutikno, diminta pendapat soal ada yang minim siswq belum merepson terkait hal itu.

(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.