Jalan Veteran Sungai Lulut Ambles, Dinas PUPR Kalsel Siapkan Perbaikan Permanen
Ratino Taufik July 15, 2026 12:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan mengakui penanganan yang selama ini dilakukan di Jalan Veteran, Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin, masih bersifat sementara.

Kondisi itu menjadi salah satu penyebab kerusakan di ruas jalur tersebut terus berulang hingga kini sebagian badan jalan ambles.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan lapangan, penurunan badan jalan diduga akibat berkurangnya dukungan tanah di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan sungai.

“Terjadi penurunan badan jalan yang ditandai dengan retakan memanjang pada perkerasan. Kerusakan berada di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan sungai sehingga diduga dipengaruhi oleh erosi pada tepi sungai yang menyebabkan berkurangnya dukungan terhadap badan jalan,” jelasnya, Rabu (15/7/2026).

Ia mengatakan, selama ini penanganan dilakukan melalui overlay perkerasan dan perbaikan lapis pondasi agregat agar jalan tetap dapat dilalui masyarakat.

Namun, langkah tersebut belum menyentuh penyebab utama penurunan tanah.

Baca juga: Jalan Veteran Sungai Lulut Banjarmasin Ambles, Warga Mulai Evakuasi Barang Pindah ke Rumah Kerabat

“Karena penyebab utama penurunan belum ditangani secara menyeluruh, kerusakan berpotensi muncul kembali,” katanya.

Menurut Yasin, penanganan permanen sebenarnya telah dipertimbangkan sejak awal, antara lain menggunakan sistem pile slab maupun pembangunan dinding penahan tanah (DPT) di sisi sungai. Namun, pelaksanaannya belum memungkinkan karena berbagai kendala teknis di lapangan.

Beberapa di antaranya adalah padatnya permukiman di bantaran sungai, sempitnya ruang kerja, tingginya volume lalu lintas, hingga sulitnya mobilisasi alat berat.

Selain itu, ruas Jalan Veteran merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan kawasan Sungai Lulut dan Kabupaten Banjar. Penutupan jalan dalam waktu lama dinilai akan berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat.

Sebagai langkah awal, PUPR akan melakukan inspeksi teknis dan investigasi geoteknik untuk memastikan penyebab penurunan badan jalan. Pemeriksaan meliputi survei visual, pemetaan retakan, pengujian struktur perkerasan, hingga penyelidikan kondisi tanah apabila diperlukan.

Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan permanen, termasuk kemungkinan memperkuat tanah dasar menggunakan material khusus, geotekstil atau geogrid, hingga pembangunan struktur pengaman tepi sungai seperti sheet pile, bronjong, maupun dinding penahan tanah apabila hasil analisis menunjukkan ketidakstabilan lereng sungai.

Sambil menunggu penanganan permanen, Yasin menyatakan akan terus melakukan langkah darurat berupa pemasangan rambu peringatan, traffic cone, barrier, serta pengaturan lalu lintas.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.