Gelombang Pasang Rusak Tujuh Rumah di Pesisir Situbondo
Titis Jati Permata July 15, 2026 11:50 AM

 

SURYA.co.id, SITUBONDO - Cuaca ekstrem yang memicu gelombang pasang dan abrasi kembali mengancam kawasan pesisir Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. 

Kali ini, tujuh rumah warga di Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, mengalami kerusakan setelah dihantam gelombang laut yang disertai banjir rob.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/07/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Gelombang pasang menerjang permukiman warga di Dusun Laok Bindung dan Dusun Pesisir, hingga air laut meluap masuk ke kawasan permukiman.

Picu Banjir Rob

Koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Iya benar, kejadian Selasa (14/07/2026) kemarin," ujarnya, Rabu (15/07/2026).

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan, Gelombang 2,5 Meter Ancam Perairan Tuban Hingga 9 Juni 

Menurut Puriyono, kerusakan rumah warga dipicu kombinasi cuaca ekstrem, gelombang pasang, dan abrasi yang melanda pesisir Desa Landangan.

Tak hanya merusak bangunan, gelombang pasang juga memicu banjir rob yang menyebabkan air laut menggenangi permukiman di dua dusun tersebut.

"Tidak ada korban dalam bencana itu, namun sekitar tujuh rumah dilaporkan rusak," katanya.

Tujuh Rumah Terdampak

BPBD Situbondo mencatat, dari tujuh rumah yang terdampak, empat rumah mengalami kerusakan berat, dua rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak ringan.

"Akibat kerusakan itu, tujuh orang pemilik rumah itu ditaksir mengalami kerugian materi sebesar 49 juta rupiah," jelasnya.

Imbau Warga Tetap Waspada

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang dialami warga menjadi pengingat  kawasan pesisir masih rentan terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama ketika angin kencang memicu gelombang tinggi dan abrasi.

Karena itu, BPBD Situbondo mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang besar dalam beberapa waktu ke depan.

"Intinya warga harus berhati hati, jika air laut mulai pasang dan terjadinya gelombang besar untuk mengungsi terlebih dulu," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.