TRIBUNMEDAN.COM – Sebanyak 15 atlet muda menerima Super Tiket pada hari terakhir penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau, Minggu (12/7).
Terdapat enam peraih Super Tiket dari jalur turnamen dan sembilan pebulutangkis muda pilihan Tim Pencari Bakat yang mendapat Super Tiket tambahan. Mereka akan melanjutkan perjuangan ke tahap karantina yang berlangsung selama empat pekan di Kudus pada 14 September-9 Oktober 2026.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengapresiasi penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru yang dinilainya sukses, baik dari sisi pelaksanaan maupun kualitas peserta.
Selama enam hari penyelenggaraan (7-12 Juli 2026), sebanyak 306 atlet muda dari berbagai daerah di Pulau Sumatrra menunjukkan kemampuan teknis, semangat juang, serta mental bertanding yang menjadi modal penting untuk berkembang ke jenjang lebih tinggi.
Menurut Yoppy, kemunculan sejumlah atlet potensial di Pekanbaru menjadi kabar baik bagi proses regenerasi bulutangkis Indonesia. Ia berharap daerah-daerah di Pulau Sumatera terus melahirkan lebih banyak talenta berkualitas yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Ia juga mengingatkan keberhasilan meraih Super Tiket bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang menuntut kerja keras, disiplin, dan konsistensi untuk menjadi atlet berprestasi.
"Audisi Umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di Pekanbaru berjalan dengan baik. Dari Pulau Sumatera bermunculan atlet berkualitas yang nantinya akan menjaga mata rantai bulutangkis Indonesia. Terima kasih kepada seluruh pebulutangkis muda atas kerja keras selama audisi dan selamat bagi semua atlet yang berhasil mendapatkan Super Tiket,” ungkapnya.
Yoppy juga mengingatkan para atlet yang berhasil lolos agar tidak cepat berpuas diri karena perjalanan untuk menjadi atlet hebat masih panjang. Sementara itu, peserta yang belum berhasil diminta tidak menyerah, terus berlatih, dan mengembangkan kemampuan karena masih memiliki kesempatan mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar dan Kudus.
Baca juga: Audisi Umum PB Djarum 2026 Digelar, Komitmen Cetak Talenta Muda Bulutangkis Berlanjut
Bagi Tim Pencari Bakat PB Djarum, hasil pertandingan bukan satu-satunya penilaian. Yuni Kartika menjelaskan, khusus sektor putri, tim pencari bakat memperhatikan tiga aspek utama, yakni footwork yang efektif, kemampuan menentukan titik pukul dengan tepat, serta karakter mandiri saat bertanding.
Menurutnya, atlet yang mampu mengambil keputusan sendiri di lapangan tanpa selalu bergantung pada arahan pelatih memiliki potensi berkembang lebih cepat ketika memasuki tahap pembinaan.
“Kami mencari bakat atlet muda yang tidak terus-menerus menengok ke pelatihnya, tapi tahu kapan dia salah dan tahu hal yang harus dilakukan saat menghadapi lawan yang lebih besar atau lebih kecil. Karakter atau kemandirian seperti ini sangat kami nilai,” jelasnya.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, mengatakan timnya berhasil menemukan talenta-talenta yang diharapkan muncul dari penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah ditemukannya beberapa pebulutangkis kidal dengan potensi menjanjikan.
Bagi PB Djarum, keberagaman teknik bermain dan latar belakang daerah asal peserta menunjukkan ekosistem bulutangkis Indonesia semakin berkembang serta diminati generasi muda. Hal ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan regenerasi atlet nasional.
"Kami berhasil menemukan potensi-potensi bagus dan sebagian besar berasal dari Sumatera, termasuk beberapa atlet yang menggunakan tangan kiri. Tentu ini sangat menarik bagi kami. Audisi Umum PB Djarum semakin diminati dan kami berharap penyelenggaraannya bisa semakin besar ke depan. Tujuannya tentu agar regenerasi bulutangkis Indonesia terus berjalan dan ekosistem olahraganya tetap terjaga dengan baik," jelas Sigit.
Sigit menambahkan bahwa dari 15 peserta yang terpilih sudah sesuai harapan tim pencari bakat dan selanjutnya akan mengikuti tahap karantina di Kudus bersama peserta dari Makassar dan Kudus selama empat minggu.
Salah satu peraih Super Tiket dari jalur turnamen adalah Jayden Octave Tiolando asal Siak, Riau. Ia mengunci kemenangan 21-14, 21-18 atas Nathan Alfariqi Aldyhara pada final kategori KU-11 putra.
Jayden menunjukkan mental bertanding yang tangguh meski menghadapi lawan dengan postur lebih tinggi. Sempat tertinggal di awal laga karena kurang fokus, ia bangkit setelah mengubah strategi permainan sesuai arahan pelatih.
"Senang banget dan terharu bisa mendapatkan Super Tiket di Pekanbaru ini. Sejak awal, keinginan saya memang ingin masuk PB Djarum karena fasilitasnya sangat bagus dan saya yakin bisa mengejar mimpi menjadi pemain dunia bersama klub ini. Lawan saya lebih tinggi dan tenaganya lebih kuat, jadi strateginya lebih banyak memainkan drop shot, smash, dan netting," tutur Jayden.
Di sektor U-11 putri, Super Tiket diraih Chelsea Amanda asal Deli Serdang, Sumatera Utara, setelah mengalahkan Rayya Aufa Tanjung dengan skor 21-15, 21-13. Atlet PB Indocafe Medan tersebut menilai kemenangan itu merupakan hasil dari pengalaman bertanding yang telah ia kumpulkan di berbagai ajang, termasuk Kejuaraan Provinsi 2025 di Medan.
Meski menang, Chelsea tetap mengevaluasi permainannya.
"Di pertandingan final tadi, saya merasa permainan saya sudah cukup bagus. Saya juga sudah sering melawan Rayya, mungkin sekitar lima kali. Namun, saya merasa reaksi kaki saya masih harus lebih cepat lagi untuk mengambil bola-bola di depan net," ujar Chelsea.
Keberhasilan meraih Super Tiket membawa Chelsea ke tantangan berikutnya, yakni menjalani karantina selama empat minggu di Kudus.
"Saya sudah siap berlatih bulutangkis lebih giat lagi meski harus jauh dari Papa dan Mama. Target saya ingin terus berkembang, menjadi atlet PB Djarum, dan suatu saat mewujudkan mimpi menjadi atlet kelas internasional," katanya.
Selain kualitas teknik, Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru juga menghadirkan banyak kisah inspiratif.
Sahelma Hafsa Nurfa asal Riau, misalnya, tetap melanjutkan pertandingan meski mengalami cedera pergelangan kaki pada semifinal. Dengan menahan rasa sakit dan terus mendapat dukungan pelatih, ia berhasil menuntaskan pertandingan hingga meraih kemenangan.
Semangat serupa juga ditunjukkan Gabriel Christalyno asal Medan yang tampil konsisten hingga menembus semifinal. Meski mengakui permainannya belum sempurna, Gabriel tetap optimistis terus berkembang demi mewujudkan cita-citanya menjadi atlet bulutangkis internasional.
Kisah-kisah tersebut menjadi gambaran bahwa Audisi Umum PB Djarum bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga proses menemukan karakter dan mental juang calon atlet masa depan Indonesia.
Super Tiket tidak hanya diberikan kepada juara jalur turnamen kategori U-11, KU-11, dan KU-12 putra maupun putri. Tim Pencari Bakat PB Djarum juga memberikan Super Tiket kepada sembilan atlet muda pilihan yang menunjukkan potensi besar sepanjang Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru.
Salah satunya Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari. Teknik permainan dan semangat juang atlet yang akrab disapa Bibel itu membuat Liliyana Natsir bersama Tim Pencari Bakat sektor putri memberikan kesempatan kepadanya mengikuti tahap karantina.
"Bibel nggak nyangka bisa mendapatkan Super Tiket, padahal sudah kalah di babak perempat final. Bibel juga sudah siap menjalani karantina bersama PB Djarum meski harus jauh dari Mama dan Papa. Bibel janji mau kerja keras dan terus berdoa supaya bisa menjadi atlet yang mengharumkan nama Indonesia," ujar pebulutangkis berusia delapan tahun itu.
Dari sektor U-11 putra, Ray Ethan Jourell menjadi satu-satunya wakil Jambi yang meraih Super Tiket tambahan. Meski langkahnya terhenti di semifinal usai kalah rubber game 24-22, 14-21, 18-21 dari Muhammad Azka Al-Fatih, semangat juangnya membuat Tim Pencari Bakat tetap memberikan kesempatan kepadanya.
pada babak sebelumnya, Peserta berusia sembilan tahun ini bersaing di kategori U-11 putra dan sempat dihadapkan dengan situasi emosional karena harus menghadapi adik kandungnya sendiri di babak 16 besar dan menang 21-8, 26-24.
"Saya sempat kecewa karena tidak bisa menjadi juara di Audisi Umum PB Djarum 2026 Pekanbaru. Tapi sekarang saya semangat lagi karena mendapatkan Super Tiket tambahan dari Tim Pencari Bakat. Artinya saya masih punya kesempatan menjadi atlet PB Djarum. Saya akan berlatih lebih giat dan berusaha semaksimal mungkin," ujar talenta yang mengidolakan Kevin Sanjaya tersebut.
Berikut daftar peraih Super Tiket baik dari jalur turnamen maupun pilihan Tim Pencari bakat beserta asal kota dan klub mereka:
Perjalanan Audisi Umum PB Djarum 2026 akan berlanjut ke Makassar pada Agustus 2026. Seleksi berlangsung di GOR Dafest dengan pendaftaran online hingga 28 Juli 2026 pukul 23.59 WIB. Peserta melakukan daftar ulang pada 4 Agustus 2026 pukul 09.00-15.00 WIB, sebelum mengikuti rangkaian seleksi pada 5-9 Agustus 2026.
Saatnya tunjukkan kualitas terbaik dan melangkah lebih dekat menuju mimpi menjadi bagian dari PB Djarum. Ikuti informasi update seputar Audisi Umum PB Djarum 2025 di website pbdjarum.org, media sosial Instagram dan TikTok @pbdjarumofficial dan YouTube @pbdjarum-official.