Kerusuhan Pecah di Prancis Usai Kekalahan 0-2 dari Spanyol di Semifinal Piala Dunia FIFA 2026
Aurora Nightingale July 15, 2026 11:59 AM

Impian Prancis untuk meraih gelar Piala Dunia FIFA 2026 harus pupus dengan cara yang menyakitkan setelah kalah 0-2 dari Spanyol di babak semifinal yang digelar di Stadion AT&T, Arlington, Texas, pada Selasa malam. Namun, setelah kekalahan tersebut, kerusuhan pecah di berbagai wilayah Prancis dan video kejadian itu tersebar luas di media sosial.

Spanyol tampil dominan untuk amankan tiket final Piala Dunia

Tim nasional Spanyol menampilkan performa yang tenang dan terorganisir untuk mengakhiri perjalanan Prancis sekaligus memastikan tempat di partai final Piala Dunia FIFA 2026. La Roja mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan 2-0, membuat tim asuhan Didier Deschamps frustrasi karena kesulitan menciptakan peluang bersih meskipun memiliki deretan pemain menyerang bintang seperti Kylian Mbappé.

Kekalahan ini membuat para pendukung Prancis terpukul karena harapan untuk meraih gelar Piala Dunia ketiga sirna. Diskusi pasca pertandingan banyak berfokus pada kurangnya koordinasi lini serang Prancis, performa Mbappé yang kurang menonjol, serta penalti yang mereka berikan pada babak pertama.

Kerusuhan melanda Prancis

Prancis dilanda kerusuhan setelah kekalahan 0-2 dari Spanyol di semifinal Piala Dunia FIFA 2026. Setelah peluit akhir berbunyi di Arlington, Texas, sejumlah wilayah di ibu kota Prancis mengalami kekacauan, dengan suasana jalanan yang berubah menjadi ricuh.

Langkah selanjutnya bagi Prancis

Alih-alih melangkah ke final di New Jersey, skuad asuhan Didier Deschamps kini harus mempersiapkan diri untuk laga perebutan tempat ketiga pada Sabtu, 18 Juli 2026, melawan tim yang kalah di semifinal kedua.

Kapten tim Prancis menyebutkan bahwa lini tengah Spanyol diberi terlalu banyak ruang, sehingga La Roja mampu menguasai bola dan mengendalikan permainan.

“Itulah yang kami biarkan terjadi. Kami memberikan terlalu banyak waktu bagi lini tengah mereka untuk bermain, dan mereka punya kualitas untuk menguasai permainan. Sulit untuk mengubah rencana permainan Spanyol. Penalti juga membantu mereka masuk dalam permainan, lalu mereka mencetak gol kedua dan kami tidak memiliki kualitas yang cukup untuk mencapai final,” ujar Mbappé.

Mbappé juga menerima tanggung jawab atas kekalahan tersebut, dengan menyatakan bahwa kritik adalah bagian dari perannya sebagai kapten.

“Kamu menerima semua pujian saat menang, tetapi ketika tidak menang, kamu juga harus menerima kesalahan. Itu bagian dari permainan dan hidupku, dan sebagai kapten aku harus menanggung seluruh tanggung jawab. Kami ingin mencapai final, tapi kami gagal dan harus menerima apa pun yang dikatakan orang kepada kami,” tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.